Rabu, 10 Februari 2021

Perbaiki Diri dengan 3 Kata Sakti

"Kamis_menulis

Dalam kehidupan kita berkomunikasi dengan orang-orang sekitar kita sudah menjadi satu kewajiban. Begitu beragamnya tempat kita dalam hidup bersosialisasi sebagai contoh dalam dunia kerja berbagai dinamika persoalan terkadang muncul.

Frekuensi pertemuan yang hampir setiap hari antara pekerja dan bos, antara bawahan dan atasan, antara pegawai dan pimpinan bahkan sesama pekerja terkadang ketidakpuasan terhadap kinerja seseorang memunculkan amarah yang membuat hati terluka bagi yang mendengarnya.

Seorang atasan terkadang meluapkan kekesalan dengan mencurahkan amarahnya kepada bawahannya. Begitu juga bawahan tidak terima dan membawa luka dan hati berontak dengan meluapkan amarah dengan cara yang dia bisa pula.

Amarah yang terkadang sampai dibawa kerumah suami atau isteri bahkan anak juga menjadi korban dari kemarahan yang mereka tidak mengetahui persoalannya.

Jangan sampai hal yang demikian terjadi pada diri kita. Namun jika terjadi pada diri kita bagaimana cara yang bijak untuk mengatasinya. Mari kita coba cara berikut dan implementasikan jika situasi kita menjadi korban amarah.

Tiga kata sakti ini harus kita terapkan dalam kehidupan kita jika kita dalam posisi terjepit dalam menerima amarah orang lain.

1. Terima

Menerima amarah seseorang dengan mendengarkan dan tanpa melakukan ekspresi apapun adalah cara terbaik yang bisa kita lakukan. Kita harus menjadi panglima dari setiap organ tubuh kita. Baik yang diluar maupun yang didalam tubuh kita. 

Pertarungan batin akan terjadi pada diri kita. Terima saja amarah itu dan jangan bertindak yang merugikan diri kita. Terima dan terima tidak ada ruginya.

Sebagai manusia biasa akan banyak opsi yang akan ditawarkan pikiran kita saat orang lain marah kepada kita. Mungkin opsi yang diberikan melawan dengan adu argumen, pergi meninggalkan orang yang marah, adu jotos. 

Begitu banyaknya opsi yang diberikan oleh pikiran maka akal sebagai filter yang baik pada tubuh harus punya peranan penting.

Saat orang lain marah kepada kita ingatlah satu hal, bahwasanya setiap orang itu pada dasarnya menyenangkan jadi saat dia marah mungkin dia sedang bermasalah dengan dirinya sendiri. 

Terima orang lain dengan seutuhnya disaat dia baik dan marah itulah cerminan pribadi yang terbaik sesungguhnya.

2. Sadari

Amarah yang kita terima harus kita hadapi dengan cara yang positif. Dari sinilah kita coba untuk belajar. sadari apa sebenarnya yang terjadi kenapa orang lain sampai berbuat demikian terhadap kita. 

Terkadang kita teramat mudah untuk melihat kekurangan orang lain namun kita tidak pernah sadari begitu banyak kelemahan diri kita.

Sekali lagi sadari apa dan bagaimana kita. Sudahkah diri kita melakukan hal-hal terbaik, sudahkah lisan kita menjaga perkataan untuk tidak melukai perasaan orang lain. Kata kuncinya sadari bagaimana kita sebenarnya. Dan itu hanya kita yang tahu.

3. Perbaiki

Sadari apa kelemahan kita, itu saja tidak cukup harus kita tuntaskan dengan perbaiki kelemahan kita yang telah kita sadari.

Hal yang paling sulit dan penuh perjuangan adalah merubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan. Terkadang kebiasaan itu sebuah kebiasaan buruk pula. Tidak ada yang tidak mungkin mari kita perbaiki apa yang menjadi kebiasaan yang tidak baik pada diri kita.

Dengan kita perbaiki sikap dan perilaku kita terlebih lagi kinerja kita mungkin dimasa yang akan datang kita akan menjadi pribadi yang menyenangkan. Kehadiran kita dalam setiap perkumpulan dan tempat kerja akan selalu dinantikan.

***

Mari kita jadikan tiga kata sakti terima, sadari dan perbaiki, menjadi pelecut semangat kita untuk memperbaiki diri.

Tidak ada manusia yang sempurna namun menjadi pribadi yang mendekati sempurna harapan setiap manusia. 

Terus semangat dan salam hangat penuh semangat, mari kita budayakan berliterasi.

"Terima

"Sadari

"Perbaiki


Salam saya

Budi Idris S.Pd

Senyum Menunda Luka

Perkenalkan diriku Leo Irawan seorang lelaki yang terus mencari wanita yang tepat untuk menjadi Ibu dari anak-anakku kelak. Mencerdaskan anak bangsa menjadi tugas mulia yang kujalani saat ini. 

Kisah senang dan sedih silih berganti menjadi penghias langkah hidupku setiap hari. Seperti kejadian pagi ini saat wanita idamanku yang dekat Dimata jauh dihati.

Pagi ini mengawali hari yang sedikit mendung. senyum manisnya mengawali pertemuanku pagi ini dengannya.

Intan Anggraeini, teman kerjaku sebagai sesama guru yang sesama menyandang status lajang dan masih honor di SMA Harapan Bangsa. Intan Angraeini yang memiliki paras cantik dan memiliki senyum manis. Pasti setiap lelaki yang melihatnya pasti tergoda.

"Hai, Bu Intan gimana kabarmu pagi ini?"

Dengan sedikit terpaksa bibir merahnya menjawab pertanyaanku. "Sehat pak sahutnya."

Terkadang ada perasaan suka yang telah lama kubendung ingin secepatnya kuluapkan padanya. Kepingan keberanian yang terus kukumpulkan entah sampai kapan bisa menjadi ujung tombak bibir ini mengungkap cinta.

Terlarut dalam lamunanku, terhentak sesaat melihat Intan melintas di hadapanku melintasi meja piket sebagai tempat aku terkadang istirahat melepas lelah saat selesai memberi ilmu terhadap anak didikku.

Lewat ya pak, suara itu menembus relung hati yang paling dalam. Dengan sedikit tersipu malu, kukuatkan bibir ini menjawab ya silahkan Bu.

Di sebelah pagar terparkir sebuah mobil Avanza hitam yang belum kukenal siapa pengemudinya. Dengan sedikit terburu-buru Intan menemui orang yang berada di dalam mobil hitam tersebut.

Berkecamuk perasaan dalam hati ini siapa gerangan pria tersebut. Yang begitu akrab berbicara dengan Bu Intan yang menghampirinya.

Dalam penerawangan perasaan yang berkecamuk pak Hasan salah satu guru senior di sekolah saya menegur sambil bertanya kepadaku.

"siapa tu Pak Leo yang barusan ketemu dengan Bu Intan" Tanya 

Pak Hasan.

"Gak Tau Pak" 

Dengan sedikit tersenyum yang menyembunyikan luka, kujawab dengan sedikit keraguan. 

Dengan rasa penasaran Pak Hasan bertanya dengan Bu Intan.

"Tan siapa tadi itu. Cowok yang dimobil?" 

Pak Hasan dengan raut Penasaran bertanya ke Bu Intan dengan sedikit memaksa.

mendengar dialog Pak Hasan dan Bu Intan dengan sedikit tidak menghiraukan namun aku coba menguping pembicaraan mereka, dengan sedikit was was aku jadi turut menanti jawaban dari Bu Intan.

Sambil duduk dan tersenyum aku terus menyimak pembicaraan Bu Intan dan pak Hasan

Bu Intan menjawab pertanyaan pak Hasan dengan begitu polosnya.

"Itu Andi pak, ada paket yang mau diambil tadi!"

"Oh Andi Pacarmu ya Tan"

pak Hasan terus memberondong pertanyaan ke Bu Intan. 

Sambil berlalu dan tersenyum Bu Intan pergi dari hadapan  kami yang sedang duduk dan bercerita.

Kukuatkan perasaan dan hati ini, aku menyadari sudah tidak ada harapan lagi. Hanya senyum yang mampu menunda setiap luka yang menyayat perasaan dan hati ini.

Biarlah kupendam perasaan dan rasa yang begitu lama menerawang dalam pikiran dan hayalanku. Semoga dia bahagia dengan pilihan hatinya.


Bersambung...

Selasa, 09 Februari 2021

Buku Dongeng Nenek, sudahkah anda baca!



Menikmati teh hangat sambil membaca buku dongeng nenek karya Bapak ketua IGI labusel dan dua rekannya. Menjadi pembuka hari yang menyenangkan di pagi ini.



Buku 125 halaman yang didalamnya mengangkat cerita rakyat yang dikemas kedalam narasi cerita fiksi seorang nenek yang suka mendongeng kepada cucunya. Menjadi ciri khas buku ini.

Mengangkat kearifan lokal cerita-cerita rakyat dari kawasan Labuhanbatu dan Sumatera Utara membuat kita pembaca terasa dekat dengan isi buku dan merasa larut dalam cerita. 

Nasehat-nasehat yang dikemas dalam cerita bisa menjadi inspirasi bagi orang tua dan guru-guru sebagai bahan dalam mendidik anak-anak kita.

Segera miliki buku menarik ini, dengan menghubungi langsung penulisnya. Bapak Timbul Amar Hotib guru SD yang saat ini menjabat Ketua IGI Labuhanbatu Selatan.

Terima kasih salam hangat dan mari kita budayakan berliterasi.

Salam saya

Budi Idris S.Pd

Guru, penulis buku, blogger inspiratif dari kabupaten Labuhanbatu Selatan


Selasa, 02 Februari 2021

Cinta dan Kasih Sayang



Cinta dengan berjuta polemik yang mengiringinya, apakah cinta awal dari hadirnya kasih sayang atau karena kasih sayang memunculkan rasa cinta.

Cinta mampu dirasakan namun sulit untuk diungkapkan. Jika cinta hadir seiring kasih sayang beruntunglah kalian sebagai seorang insan. Karena rasa cinta tanpa kasih sayang hanya fatamorgana semu.

Kasih sayang jangan berlebihan karena disaat dia pergi meninggalkan luka yang mendalam. 

Cinta dan kasih sayang berilah hanya kepada seseorang. Karena cinta sejati tidak akan pernah mati dan hanya untuk satu hati.

Kasih sayang tidak melulu tentang perasan kasih dan saling mencintai dua insan berlawan jenis mengikat janji. Namun kasih sayang rasa peduli dengan melihat isi dunia dengan hati dan perasaan suci.

Kasih dan sayang terus hadirkan dalam kehidupan, tapi jangan pernah hilang rasa cinta berbalut kasih sayang terhadap sang pencipta pemilik alam semesta.

Februari 2021 Challenge
#thepowerofkepepet
#pikir15menit
#nulis15menit
#kasihsayang
#FebAISEIWritingChallenge

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

  BUDI IDRIS S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara Jurnal Refleksi Dwi tayangan Modul ...