Sabtu, 28 Agustus 2021

Perjuangan Guru Dimasa Kini, Tetap Optimis Menyebarkan Kebaikan

Ilustrasi gambar semangat menyambut pagi dengan harapan cerah (sumber: pixabay.com)

Situasi yang tidak menentu kiranya tidak menjadi alasan semangat kita sebagai guru menurun apalagi sampai jatuh.

Ditengah badai persoalan yang menimpa bangsa kita Indonesia tercinta mari kita melihat kebaikan dari setiap keburukan.

Membangun rasa optimis dalam benak kita masing-masing menjadi langkah terbaik saat ini.

Optimis merupakan sikap berpikir positif yang ditunjukkan seseorang saat menghadapi berbagai macam aspek kehidupan. 

Menghadapi ujian wabah virus yang sedang melanda kita tidak cukup hanya berpangku tangan kepada pemerintah saja.

Melakukan pencegahan penularan virus terhadap diri kita dan keluarga kita mutlak dilakukan. 

Mematuhi protokol kesehatan, dan hidup disiplin menjadi salah satu ikhtiar kita keluar dari masa pendemi.

Mengurangi mengeluh apalagi sampai mencari-cari alasan untuk pembenaran dari setiap kesalahan yang kita lakukan sebaiknya juga menjadi sikap kita saat ini.

Perjuangan pahlawan kita dimasa penjajahan begitu sulitnya dan merenggut banyak korban nyawa.

Namun bisa terlewati dengan perjuangan yang tidak mengenal lelah dan gigih memerdekakan bangsa kita.

Mari kita mengambil inspirasi dari para pejuang dimasa silam. Menghadapi virus covid 19 saat ini perlu perjuangan yang luar biasa dari setiap individu yang ada di Indonesia ini.

Selain virus kita sedang berjuang melawan pemikiran-pemikiran liar yang berserakan dimana-mana sehingga kita kesulitan mengambil sebuah sikap mana yang benar dan mana yang salah.

Maka dari itu menjadi seorang guru anugerah bagi kita para pendidik bangsa, menjadi tugas berat kita untuk mencerdaskan sekaligus mencerahkan pemikiran dari anak didik kita.

Rasa optimis harus kita bangun dengan penuh harapan masa depan yang lebih baik. Biarlah kemunduran yang terjadi hari ini menjadi kekuatan untuk kita berlari lebih kencang dimasa yang akan datang.

Setiap masa ada akhirnya setiap cerita ada penutupnya maka mari kita optimis wabah pendemi pasti akan berakhir dengan suasana Indonesia yang lebih baik.

Masyarakat yang akan peduli dengan kesehatan, masyarakat yang peduli dengan lingkungan dan masyarakat yang selalu mendekatkan diri dengan Tuhan.

Selamat berjuang para rekan-rekan guru untuk terus berusaha mengambil peranan penting untuk perubahan Indonesia kearah yang lebih baik.

Mari Kita mengambil peranan kecil menjadi sebuah langkah awal untuk memberi pengaruh yang lebih besar nantinya.

Mari kita berjuang untuk menularkan virus-virus kebaikan, bangun rasa optimis didalam setiap keadaan.

Akhirnya memulai menjadi awal setiap langkah dalam hal apapun maka mari kita memulai sesuatu yang baik itu sekarang juga.

Terima kasih salam merdeka 

#merdekaDay28Agustus2021AeseiChallenge#



Ketakutan Guru Dimasa Pendemi, Menurunnya kualitas mengajar seperti "Pisau Tumpul"

 

Ilustrasi guru mengajar dalam suana pendemi covid 19 (sumber pixabay.com)

Hampir dua tahun lamanya para guru tidak mengajar secara normal di depan kelas bertatap muka dengan anak didiknya.

Suasana pendemi yang terus melanda yang semakin hari semakin menggila menjadi persoalan tambahan dalam dunia pendidikan untuk melakukan belajar secara tatap muka.

Waktu yang sudah begitu lama guru mengajar dari Rumah, menimbulkan persoalan tersendiri bagi guru yang bersangkutan.

Dampaknya terjadi penurunan kemampuan guru dalam mengajar. Kebiasaan yang hilang akan membuat guru perlu belajar ulang untuk bagaimana mengajar secara tatap muka kembali.

Ibarat pisau jika tidak terus diasah maka pisau itu akan tumpul tidak bisa digunakan lagi sebagai mana mestinya. 

Guru juga demikian mengajar didepan kelas menjadi sebuah pekerjaan sekaligus mengasah kemampuan secara terus menerus dengan harapan apa yang diajarkan bisa diterima dengan baik oleh peserta didik.

Maka kekhawatiran tumpulnya kemampuan mengajar guru harus betul-betul menjadi perhatian.

Kiranya pemerintah secepatnya melakukan kombinasi belajar daring dan tatap muka. Agar guru juga bersiap jika belajar menggunakan perangkat teknologi terus terjadi dimasa yang akan datang. 

Mari kita anggap situasi pendemi sebagai waktu berlatih bagi guru untuk mengajar dengan metode baru dimana android sebagai media utamanya.

Pelatihan-pelatihan yang bermanfaat secara daring atau dengan media zoom bisa kita jadikan tempat terus menambah pengetahuan kemampuan mengajar kita.

Kita juga sebagai guru mari terus meningkatkan kompetensi kita. Jangan terhanyut dengan keadaan karena jika hanya menunggu dan tidak berbuat apa-apa maka posisi kita sebagai guru dimasa yang akan datang tidak berguna lagi.

Jadi mari terus kita asah kemampuan kita dalam mengajar baik pengetahuan maupun metode-metode mengajar model baru. Sehingga kapan saja dan dalam situasi apapun kita sebagai guru siap mencerdaskan anak bangsa.

Terima kasih.

#merdekaDay26Agustus2021AeseiChallenge#

Jumat, 27 Agustus 2021

Beda Guru Zaman Kolonial dan Guru Zaman Milenial


Gambar Ilustrasi guru zaman dulu mengajar  sumber:kompas.xom

Menjadi guru adalah profesi yang mulia. Profesi yang memiliki peranan penting dalam merubah sebuah peradaban walaupun terkadang dipandang sebelah mata.

Guru Indonesia sebelum kemerdekaan sudah menjadi profesi yang ada mengikuti bagaimana sejarah negara ini merdeka.

Hingga saat ini guru tetap menjadi sebuah profesi yang mulia dan tidak ada alasan negara untuk tidak maksimal mendukung kesejahteraan seluruh guru di Indonesia. 

Bicara tentang kemerdekaan mengingat kembali bagaimana guru dimasa lampau dan Dimasa kini kiranya bisa menjadi semangat bagi kita untuk mengajar nantinya.

Guru zaman dulu sebutan guru yang mengajar tahun 90an kebawah, kadang-kadang juga kita menyebutnya guru zaman kolonial. Dan guru sekarang kita menyebutnya guru zaman milenial.

Mari kita lihat sedikit perbedaan antara guru zaman dulu dan guru zaman sekarang

Dari segi gaya mengajar guru zaman dulu biasanya mendominasi ruang kelas dalam mengajar, tapi sekarang guru-guru mulai banyak menggunakan sistem Student-Centered Learning (SCL) dan begitu banyak pilihan metode dalam mengajar.

Guru zaman dulu memberikan nasehat yang sangat tegas kepada siswa. Beda dengan zaman sekarang terlalu tegas bisa berujung di penjara. 

Guru zaman dulu mengajar dengan manual tanpa begitu banyak campur tangan teknologi dalam menyampaikan materi ajar, sebab teknologi masih terbatas. Guru sekarang begitu dimanjakan dengan berbagai fasilitasi teknologi baru.

Dalam hal pemberian nilai, guru-guru zaman dulu lebih objektif dibanding guru-guru zaman sekarang. pengukuran penilaian siswa akan sesuai nilai dengan tingkah laku si anak jika anak cerdas dikelas maka akan baik pula orangnya begitu juga masa depannya akan cerah. 

Guru zaman sekarang begitu banyak intervensi dalam pemberian nilai kebijakan untuk memenuhi ambisi para petinggi sekolah harus dilakukan setiap guru masa kini.

Itulah sebagian kecil perbedaan guru zaman dulu dengan zaman sekarang. Saya yakin masih banyak perbedaan lainnya dari sudut pandang para pembaca. Jika ada silahkan tuliskan di kolom komentar. 

Terima kasih salam guru merdeka.


#merdekaDay24Agustus2021AeseiChallenge#

Rabu, 25 Agustus 2021

Masa Pendemi Guru Bergerilya Menaklukkan Tantangan Mengajar

Ilustrasi mengajar sumber: pixabay.com

Menjadi guru di suasana covid 19 memaksa guru berpikir keras dan berpikir cerdas untuk menyampaikan materi pelajaran ke seluruh siswa.

Tidak boleh bertatap muka antara guru dan siswa menjadi penghalang sekaligus tantangan bagi guru untuk menyampaikan pelajaran. Dimasa pendemi covid 19 saat ini.

Berbagai kendala muncul, dimulai dari infrastruktur pasilitas pendidikan untuk belajar online tidak memadai, minat belajar siswa yang turun drastis, dan kemampuan guru yang kurang menguasai teknologi guna belajar secara online.

Persoalan yang begitu lengkap memaksa guru berjuang seperti hebatnya perjuangan jenderal Sudirman melawan penjajah saat pertempuran.

Setiap guru berjuang dengan caranya masing-masing, bergerilya mencari pengetahuan baru yang berhubungan dengan pembelajaran jarak jauh.

Mengikuti berbagai workshop webinar secara online,  mencari pengetahuan dengan rajin searching di google baik siang maupun malam. Terkadang anak sendiripun terlantarkan. Begitu hebatnya perjuangan guru saat situasi Pendemi ini.

Kreatifitas guru dipaksa muncul untuk mengejar tersampaikannya materi pelajaran ilmu yang bermanfaat bagi para anak didik.

Berbagai langkahpun dilakukan guru untuk memberikan tugas Matari pelajaran kepada siswa melalui bantuan media sosial, memanggil sebagian siswa datang tatap muka dan terkadang mendatangi peserta didik kerumahnya demi untuk menyampaikan pelajaran.

Naluri seorang guru yang ingin melihat seluruh anak didiknya mendapat ilmu pengetahuan, memaksa guru berjibaku melawan dan menghadapi tantangan mengajar di saat pendemi seperti saat ini.

Tidak bisa disampaikan lelahnya dan stresnya menjadi guru dimasa pendemi ini. Lain lagi cibiran dari mulut-mulut yang tidak bertanggung jawab mengatakan guru makan gaji buta disaat pendemi.

Berperang melawan perasaan diri sendiri dan rintangan nyata pendemi covid 19, menjadi tugas setiap guru di negeri ini.

Kiranya pendemi covid 19 cepat berlalu, dan kehidupan normal bisa kembali seperti semula. Dan yang paling penting belajar bisa dilakukan secara tatap muka.

Terima kasih salam

 #merdekaDay22Agustus2021AeseiChallenge#







Minggu, 22 Agustus 2021

Game Online Merusak Tradisi Unik Peringatan Kemerdekaan pada Generasi Muda

 


Perayaan Kemerdekaan RI yang Ke 76 tahun 2021 ini begitu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Suasana pendemi mendasari perubahan itu.

Melihat jauh kebelakang dimana saya masih duduk di bangku SD jika memasuki bulan Agustus akan rutin menonton film-film perjuangan yang biasanya dilakukan secara bersama-sama dengan teman satu sekolah.

Menonton film-film perjuangan seperti film janur kuning, film jenderal Sudirman, kereta api terkahir dan banyak lagi film perjuangan lainnya. Mampu menguatkan rasa nasionalisme kita sebagai warga negara Bangsa Indonesia.

Dengan menyaksikan perjuangan para pahlawan yang diputar dalam film menumbuhkan rasa patriotisme dalam pribadi yang menonton film perjuangan tersebut.

Namun saat ini dunia digital dengan handphone sebagai media perangkatnya ternyata sedikit menggeser tradisi menonton film perjuangan dimasa lalu.

Ditambah lagi berjamurnya game online yang membuat para generasi muda disibukkan hingga lupa waktu.

Game online jauh menggeser kebiasaan yang tergolong unik dimasa lalu Menonton film sejarah perjuangan para pahlawan bangsa.

Saat ini generasi bangsa sudah banyak yang tidak bisa lagi menceritakan bagaimana proses perjuangan yang terjadi dimasa lalu.

Pergeseran nilai-nilai kebudayaan tidak bisa dihindarkan karena generasi muda sudah mulai melupakan sejarah.

Kiranya hal ini menjadi perhatian pemerintah dan para orang tua. Dan dimasa datang harapan kita bersama muncul terobosan-terobosan yang mengenalkan sejarah perjuangan para pahlawan bangsa kepada generasi muda masa kini.

Salam merdeka

#Day20Agustus2021AeseiChallenge#



Kontroversi "Panjat Pinang" Tradisi perlombaan Unik Perayaan Kemerdekaan HUT RI

Ilustrasi panjat pinang
sumber foto: detik.com


Perayaan kemerdekaan yang diperingati setiap 17 Agustus beraneka ragam macam cara yang dilakukan untuk memeriahkannya.

Salah satu perlombaan yang akan kita saksikan hanya pada saat perayaan kemerdekaan republik Indonesia yaitu panjat pinang.

Lomba yang dilakukan dengan memanjat sebatang pohon pinang yang sudah dilumuri dengan minyak yang licin dimana diatas pohon pinang terdapat beraneka ragam hadiah bagi yang bisa mencapai pucuk pohon pinang.

Mengutip dari berbagai sumber, sejarahnya di  Belanda panjat pinang disebut De Klimmast atau panjang tiang. Belanda sendiri melaksanakan perlombaan ini setiap 31 Agustus pada era itu lantaran berbarengan dengan ulang tahun Ratu Belanda Ratu Wihelmina. Sedangkan di Indonesia digelar pada 17 Agustus bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI.

Perlombaan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat karena akan begitu banyak yang menyaksikan perlombaan ini.

Dibalik keunikan lomba panjat pinang ini, melihat dari sejarahnya panjat pinang ternyata hiburan yang dibuat oleh penjajah Belanda untuk menghibur anak-anak mereka.

Rakyat pribumi pada masa itu selalu yang menjadi peserta lombanya. Biasanya para penjajah menggantungkan beras pada pohon pinang inilah yang berusaha diambil para rakyat pribumi.

Dengan bersusah payah mengambil beras dan ditertawai para penjajah dan anak-anaknya. Sungguh perlakuan tidak manusiawi membuat permainan diatas penderitaan rakyat Indonesia.

Hal itulah yang mendasari mengapa perlombaan panjat pinang di sebagian daerah dilarang. Walaupun banyak anggapan nilai gotong royong terdapat pada perlombaan ini.

Mudah-mudahan kita sebagai generasi penerus bangsa bisa lebih selektif dalam melakukan sebuah kegiatan. 

Mari kita menghargai para pahlawan dengan tidak melestarikan budaya bangsa asing ditengah penderitaan bangsa Indonesia dimasa lalu.

Salam merdeka


#Day18Agustus2021AeseiChallenge#

Senin, 16 Agustus 2021

Virus Corona Menghilangkan Sebagian Tradisi Unik Perayaan HUT RI ke 76

Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 yang masih dalam Suasana pendemi tahun ini kurang begitu semarak perayaannya

Berbagai perlombaan gembira biasanya dilakukan di komplek-komplek perumahan masyarakat. Melupakan sejenak penatnya hidup bersuka ria dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia dilakukan masyarakat seluruh Indonesia

Namun saat ini suasananya begitu berbeda, situasi Pendemi mengubah keceriaan menjadi sebuah ketakutan karena kematian seperti menunggu giliran bagi setiap orang. Walaupun mati ditangan Tuhan namun saat ini setiap hari ada saja berita kemalangan yang membuat kita berpikiran macam-macam

Tahun ini ada beberapa tradisi unik yang hilang dalam memeriahkan hari kemerdekaan tahun ini yang diakibatkan situasi Pendemi

1. Tidak adanya karnaval budaya

Biasanya setiap tahun perayaan HUT RI selesai upacara penaikan bendera akan ada yang namanya karnaval budaya dimana berbagai kebudayaan baik pakaian maupun ciri khas daerah kesukuan lainnya akan diarak dijalan.

Suara musik drumband dari berbagai sekolah menandai acara karnaval budaya ini di mulai.

Keunikan ini biasanya hanya ditemukan dalam momen kegiatan hari besar seperti peringatan HUT RI

Karnaval budaya akan menanamkan rasa cinta tanah air dalam perbedaan suku bangsa. Dengan semboyan bhineka tunggal Ika walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua.

Semoga suasana pendemi cepat berlalu agar tahun depan kehidupan normal bisa dilakukan kembali

2. Tidak adanya pawai obor

Keunikan yang hilang lainnya saat perayaan HUT RI tahun ini yaitu pawai obor dimalam 17 Agustus.

Mengenang perjuangan para pahlawan dengan pawai keliling dengan membawa obor mengobarkan semangat kemerdekaan. Semangat para pejuang dimedan perang yang coba untuk di teladani

Biasanya para anak Pramuka yang sering melakukan kegiatan ini. Dimalam 17 Agustus setelah pawai obor biasanya dilanjutkan dengan perenungan suci. Perenungan sekaligus merasakan penderitaan para pejuang dimasa lampau.

Masih banyak hal unik yang hilang akibat wabah virus corona yang melanda Indonesia. Kiranya wabah ini segera berlalu karena sudah begitu lama kebiasaan hidup normal tidak bisa dilakukan

Mudah-mudahan dimasa yang akan datang kegiatan unik dalam memeriahkan kemerdekaan Indonesia bisa dilakukan

Salam merdeka

#Day16Agustus2021AeseiChallenge#



Minggu, 15 Agustus 2021

Mencintai Profesi Guru, Bagian dari Merdeka Mengajar

Ilustrasi gambar guru mengajar dengan gembira (sumber : pixabay.com)

Merdeka mengajar identik dengan kebebasan yang tanpa batas dalam mengajar. 

Ada sebagian guru dalam menjalankan tugasnya begitu terbebani bahkan berusaha untuk menyederhanakan pekerjaan dengan tidak masuk kelas.

Yang paling menyedihkan profesi guru memang bukan bagian dari pilihan cita-cita banyak orang di negeri ini namun begitu banyak yang nyasar masuk fakultas keguruan setiap tahunnya.

Tidak akan bisa bebas atau merdeka seorang guru dalam mengajar kalau dia tidak pernah mencintai Profesinya sebagai seorang guru.

Mencintai Profesi kita sebagai guru langkah awal untuk membebaskan kita dari rasa malas untuk menjalankan tugas.

Rasa cinta akan menghilangkan rasa lelah sehingga kemampuan terbaik seseorang untuk melaksanakan tanggung jawab akan keluar dengan sendirinya.

Maka mari kita mencintai Profesi guru yang kita emban, banyak alasan kita mencintai Profesi guru yang menjadi tempat kita mengabdi.

Guru memiliki pekerjaan mulia karena selain mendapat ganjaran gaji setiap bulannya akan mendapatkan pahala dari yang maha kuasa. Satu dari tiga amal jariyah yaitu ilmu yang diajarkan.

Seorang guru walaupun bukan profesi yang menjadi pilihan nomor satu di negara ini namun menjadi guru memiliki nilai keberkahan, anak guru biasanya cerdas-cerdas dan guru juga biasanya sehat-sehat.

Banyak lagi alasan kita harus mencintai Profesi guru yang tidak bisa saya tuliskan satu persatu.

Maka merdeka mengajar akan terjadi jika kita mencintai Profesi Guru.

Salam merdeka 

#Day14Agustus2021Challenge#MerdekaBelajar.


Sabtu, 14 Agustus 2021

Situasi Pendemi sarana Merdeka mengajar sesungguhnya

Guru mengajar di alam bebas wujud merdeka mengajar ( sumber gambar pixabay.com)

Mengajar di situasi pendemi sebenarnya melatih kita untuk menerapkan metode merdeka mengajar sesungguhnya.

Kemampuan guru menyampaikan materi tanpa tatap muka membutuhkan kreatifitas tersendiri dari seorang guru

Butuh berbagai metode mengajar dari guru. Menyampaikan materi terlebih lagi keterbatasan sarana dan prasarana untuk menunjang pembelajaran jarak jauh.

Maka kreatifitas seorang guru dalam menyampaikan pembelajaran jarak jauh dan keberhasilan siswa menerima pembelajaran itulah yang sebenarnya menjadi tolak ukur keberhasilan merdeka mengajar.

Tidak mudah mengajar dalam situasi pendemi banyak tantangan yang akan dihadapi, jaringan yang buruk, pulsa untuk paket siswa dan guru, dan kendala siswa tidak memiliki telepon seluler. 

Persoalan yang harus dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran tidak sebatas fasilitas. ketidak pastian kapan belajar tatap muka dilakukan  ini juga menjadi persoalan yang menurunkan minat siswa untuk mengenyam pendidikan.

Butuh perjuangan untuk merdeka dari situasi sulit ini, kreatifitas dan kerja keras guru menjadi kunci utama untuk menghantam berbagai rintangan yang menjadi penghalang dalam proses pendidikan.

Situasi pendemi menuntut guru berkreasi mengeluarkan segala kemampuan untuk memunculkan metode belajar dalam situasi pendemi.

Keberhasilan menyampaikan pembelajaran hasil kreatifitas guru mengajar itulah bagian dari Merdeka mengajar yang sesungguhnya.

Mari kita terus belajar agar mampu Merdeka dalam Mengajar

Salam merdeka

Budi Idris S.Pd





Selasa, 10 Agustus 2021

Merdeka Mengajar, Jika Guru Bebas Urusan Administrasi

 

Ilustrasi guru pusing menyiapkan berkas adminitrasi (gambar:pixabay.com)

Peran guru sangat vital dalam dunia pendidikan. Ditangan guru beban tanggung jawab berhasil tidaknya dunia pendidikan. 

Banyak persoalan yang menghambat guru mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Berbagai persoalan akan menghinggapi guru diantaranya Gaji minim, perhatian kurang, beban administrasi, dan banyak lagi persoalan lainnya.

Alhamdulillah memang belakangan persoalan ini sudah terdeteksi oleh pemerintah namun terobosan belum begitu terlihat dampaknya bagi guru.

Merdeka Mengajar program pemerintah yang seiring sejalan dengan program merdeka belajar. Sebenarnya hal ini sangat baik sekali jika terlaksana dengan baik.

Salah satu problem yang harus diatasi agar guru bisa sedikit lebih leluasa dalam mengajar bagaimana urusan administrasi guru bisa diatasi.

Guru biasanya akan disibukkan dengan administrasi untuk bahan ajar, administrasi untuk kenaikan pangkat bagi guru berstatus ASN, penilaian siswa dan berbagai persoalan administrasi lainnya yang begitu rumit dan menguras energi.

Banyak solusi yang bisa dilakukan, pemerintah saat ini sudah mulai berpindah dari kertas cetak ke arsip digitalisasi. Hal ini sangat membantu bagi guru. 

Mungkin dimasa yang akan datang setiap sekolah menyiapkan tenaga administrasi yang khusus menangani persoalan administrasi guru. Bukan seperti saat ini dimana tata usaha pegawainya kerja borongan semua urusan administrasi dikerjakan bersamaan.

Jika ada satu atau lebih pegawai yang  khusus menangani administrasi guru mungkin merdeka Mengajar akan tercapai.

Guru cukup fokus mengajar siswa, masalah administrasi sudah ditangani seluruhnya.

Merdeka Mengajar dengan mencari metode-metode baru akan bisa dilakukan guru. Guru lebih bertanggung jawab bagaimana ilmu pengetahuan bisa sampai kepada seluruh siswa.

Inilah mungkin harapan sebagian besar guru-guru Indonesia termasuk saya pribadi. Kiranya bisa menjadi kenyataan dimasa yang akan datang.

Merdeka Mengajar, guru bebas urusan administrasi.


Salam literasi

Date10#merdekamengjar#tantanganbln82021#AISEI





Sabtu, 07 Agustus 2021

Ada 3 Hal Untuk Mensukseskan Merdeka Belajar

Sumber gambar (NU Online)

Merdeka belajar yang hanya sebatas wacana dan prosesnya masih begitu lamban perlu percepatan agar tujuan dari kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Merdeka belajar akan sukses jika siswa sebagai salah satu objek yang menjadi pelaksana mau mendukung kegiatan tersebut.

Merdeka belajar dimana siswa merasa nyaman dalam memperoleh pendidikan akan terwujud jika siswa  melakukan 3 hal berikut.

1. Siswa Punya Inisiatif

Merdeka belajar akan terwujud jika siswa memiliki inisiatif atau berbuat tanpa menunggu diperintah.

Kebebasan dalam belajar terkadang membuat siswa lengan dan tidak perduli dengan pelajarannya. Merasa tidak ada tekanan menyebabkan siswa berbuat seadanya saja.

Bisa kita bayangkan jika siswa tidak memiliki inisiatif untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Bisa menjadi masalah besar akan lahir generasi-generasi yang minim pengetahuan.

Maka jika merdeka belajar ingin berhasil inisiatif dari siswa harus tertanam dalam pola pikirnya. Belajar mandiri, mencari tahu apa yang menjadi persoalan dan menyelesaikan tugas-tugas pelajaran tanpa ada paksaan.

2. Keluarga Yang Baik

Keluarga sebagai garda terdepan dalam pendidikan anak harus berbuat agar anak menjadi manusia seutuhnya. Dalam artian dalam keluarga pendidikan agama dan moral harus ditanamkan orang tua kepada anaknya. 

Moral yang baik dengan menjalankan perintah agama bagi anak akan membantu dirinya sukses dalam belajar. Merdeka belajar akan terwujud jika orang tua dan guru memiliki kepedulian yang sama.

3. Disiplin

Siswa yang melakukan kegiatan selalu terukur dan memiliki target dalam setiap pencapaian akan cepat meraih kesuksesan.

Disiplin menjadi kunci utama agar merdeka belajar bisa terwujud. Melakukan sesuatu secara konsisten akan melatih siswa tersebut memahami yang namanya proses.

Merdeka belajar akan terwujud tidak semudah membalikkan telapak tangan butuh waktu dan proses panjang untuk mewujudkannya.

Setiap proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Begitu juga siswa yang disiplin akan berhasil dan sukses. Merdeka belajar yang menjadi prosesnya akan terwujud dengan baik.

Demikian 3 hal yang yang harus dilakukan siswa agar merdeka belajar bisa terlaksana. 

Merdeka belajar sebagai suatu langkah perubahan untuk memperbaiki pendidikan kiranya dapat terlaksana dengan baik.

Indonesia sejahtera akan mudah diraih jika pendidikan Indonesia kualitasnya luar biasa. Mari kita sukseskan merdeka belajar.


#Date10#merdekabelajar#tantanganbln82021#AISEI




Jumat, 06 Agustus 2021

Merdeka Belajar dan Belajar Merdeka

Sumber gambar kompas.com

Menjadikan siswa bahagia dalam menempuh pendidikan menjadi tujuan utama program merdeka belajar.

Namun yang menjadi persoalan bagai mana siswa mampu bahagia dalam melakukan proses menuntut ilmu jika konsep dasar merdeka belum dimiliki setiap siswa.

Kita mengetahui selama ini siswa dalam belajar sudah terlalu lama terbiasa dengan konsep diperintah sehingga inisiatif dari diri siswa terkadang sulit muncul.

Pemaksaan dalam dunia pendidikan memang terasa kejam namun sejarah membuktikan kerasnya pendidikan berbanding lurus dengan kualitas yang dihasilkan yaitu siswa berprestasi.

Ada kesan dalam dunia pendidikan kita jika anak didik dimanja maka rasa malas dan ketekunan tidak muncul namun jika dipaksa maka anak cenderung lebih rajin.

Inilah yang sebenarnya persoalannya seharusnya seorang siswa harus belajar dulu arti merdeka yang sebenarnya. 

Belajar merdeka

Merdeka memang dalam artian bebas namun kemerdekaan diikuti dengan rasa tanggung jawab agar kemerdekaan mampu di isi dan dipertahankan. 

Menjadi manusia yang merdeka sedikit berbeda dengan manusia bebas atau kita sering menyebutnya preman.

Bebas bertanggung jawab menjadi kewajiban setiap individu, bebas tapi mengerti tata aturan yang berlaku, bebas namun dilandasi etika dalam berbuat dan bebas tentunya dengan aturan.

Akhirnya dunia pendidikan yang terus mengalami degradasi kualitas. Membutuhkan berbagai terobosan untuk perbaikan dalam jangka panjang, apapun yang dilakukan untuk perbaikan pendidikan dukungan maksimal harus kita lakukan. 

Kunci keberhasilan seluruh program percepatan peningkatan perbaikan kualitas pendidikan adalah memulai.

Mudah-mudahan secepatnya memulai program bisa dilakukan pihak berwenang.

#merdekabelajar#tantanganbln82021#AISEI



Rabu, 04 Agustus 2021

Merdeka Belajar, seperti Apa Sebenarnya?

Sumber gambar (radioidola.com)

Merdeka belajar menjadi dua kata yang paling sering digaungkan belakangan ini. Merdeka belajar menjadi fokus utama program pemerintah dalam dunia pendidikan, lantas seperti apa merdeka belajar itu?.

Konsep Merdeka Belajar yang dicetuskan oleh Nadiem Makarim, sebagai menteri pendidikan tujuannya baik, agar peserta didik bahagia dalam menempuh pendidikan. Para siswa diberi kebebasan untuk mengakses ilmu. 

Konsep merdeka belajar tidak lagi dibatasi oleh kurikulum, tetapi siswa dan guru harus kreatif, untuk menggapai pengetahuan.

Melihat apa yang di cetuskan menteri pendidikan Bapak Nadiem Makarim sebenarnya ingin menjawab kebutuhan pendidikan saat ini.

Kita berkaca kepada pendidikan yang selama ini berlangsung bagaimana peserta didik ditanamkan untuk menghafal materi pelajaran, mengetahui konsep secara kontekstual, dan belajar dengan tekanan dalam artian takut kepada guru.

Dampaknya siswa menjadi pengumpul-pengumpul data yang terkadang data itu tidak mereka butuhkan bahkan data-data yang tersimpan di memori otak semuanya bisa di akses saat ini dengan mudah melalui media internet.

Persoalan lainnya siswa menjadi penghafal terbaik bukan sebagai pencipta hal ini terlihat setiap olimpiade sains misalnya kita selalu menjadi juaranya. Namun dalam memperoleh Nobel hasil dari mencipta karya mungkin kita belum pernah.

Pembelajaran yang dilakukan dulunya kita hanya kontekstual dimana kita memindahkan isi buku pelajaran ke catatan siswa dan siswa menghafal catatan tersebut selanjutnya dalam ujian akan diujikan oleh guru hasilnya siapa siswa penghafal terbaik akan menjadi juara kelas.

Persoalannya apakah pelajaran yang dihafal siswa tadi mampu dia fahami fungsinya dalam menjalani kehidupan. Terkadang siswa tidak memahami apa yang dipelajarinya dan untuk apa dia pelajari.

Untuk menjawab persoalan yang terjadi dalam dunia pendidikan yang sudah berlangsung lama ini. Dibutuhkan terobosan dan inovasi pemerintah dan keinginan seluruh guru untuk berubah.

Assesmen yang tertunda yang sedang dilakukan pemerintah sebenarnya salah satu upaya untuk memperbaiki pendidikan Indonesia. Mengukur dan mencari kebenaran dari kualitas siswa adalah upaya pemerintah untuk mengetahui dimana sebenarnya persoalan yang terjadi. Pemetaan yang dilakukan akan memunculkan formula terbaik untuk memperbaiki kekurangan dari proses pendidikan di Indonesia.

Merdeka belajar bisa menjadi perbaikan sekaligus bumerang bagi dunia pendidikan jika tidak difahami dengan betul.

Jika menganggap merdeka belajar itu adalah kebebasan kepada siswa untuk belajar, bebas seperti apa yang boleh dilakukan ini harus jelas batasannya. Karena jika sudah siswa bebas dalam kegiatan belajar bisa memiliki arti siswa boleh melakukan apapun tanpa perduli terhadap peranan guru.

Disinilah peran pemerintah menentukan kebijakan yang tepat dari hasil asesmen yang dilakukan. Saat ini ketimpangan pendidikan setiap daerah sangat jauh sekali perbedaan kualitasnya.

Mudah-mudahan secepatnya pemerintah memiliki formula tepat menyelesaikan persoalan pendidikan Indonesia yang kualitasnya semakin menurun.

Merdeka belajar kiranya menjadi salah satu jalan keluar untuk menjawab tantangan memperbaiki kualitas pendidikan.

#Day4Agustus2021Challenge#MerdekaBelajar#

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

  BUDI IDRIS S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara Jurnal Refleksi Dwi tayangan Modul ...