Rabu, 28 Oktober 2020

GURU HEBAT, PENGUSAHA SUKSES " BETTI RISNALENNI"

 


"Guru Hebat, Guru Sejahtera Tanpa Korupsi Bisa Kaya"



Mau sukses jadi pengusaha jadilah seorang guru. Hebatnya profesi menjadi seorang guru. Banyak pengusaha sukses saat ini berawal dari seorang guru. Mengikuti pelatihan menulis malam ini. Diluar dari kebiasaan Narasumber yang dihadirkan. Pelatihan menulis bersama Omjay biasanya menghadirkan narasumber yang kompeten dibidang tulis menulis. Malam ini Narasumber Ibu Betti Risnalenni seorang guru sekaligus pengusaha sukses.

Hari ini 28 oktober 2020. Sungguh hari spesial bagi bangsa Indonesia puluhan tahun yang lalu ditanggal yang sama momen persatuan bangsa di ikat melalui deklarasi Sumpah Pemuda. Dan tanggal ini juga sangat spesial buat Omjay karena bertepatan dengan hari lahir beliau. Panjang umur Omjay sehat selalu dan terus berkarya untuk kebaikan literasi Indonesia.

Semangat sumpah pemuda hari ini penuh dengan berkah bagi guru-guru Indonesia yang tergabung didalam Pelatihan menulis yang diprakarsai Omjay. Tadi siang Omjay dan bersama beberapa guru Hebat Indonesia mengadakan Seminar Nasional Blogger PGRI, mengangkat tema membuat Pelajaran Jarak Jauh tidak lagi membosankan. Di ikuti 3000 lebih peserta dari seluruh Indonesia, pelatihan yang dilakukan secara Online melalui media zoom berjalan sukses dan luar biasa.

Selang beberapa jam Omjay melanjutkan membuka pelatihan menulis yang saya ikuti malam ini. Dengan memperkenalkan Narasumber Ibu Betti Risnalenni Omjay membuka pelatihan malam ini. Gerak Cepat Ibu Aam Nurhasanah sebagai Moderator mendampingi Narasumber 2 jam lamanya dalam menyampaikan materi.

Semangat sumpah pemuda memang hadir hari ini. Menatap layar Laptop siang hari, menyimak dan mendengar pelatihan. Dengan mata yang masih sedikit panas berlanjut memperhatikan pesan WhatsApp mengambil ilmu dari Narasumber, Pelatihan Menulis Malam ini.

Profil Singkat Ibu Betti Risnalenni

Ibu Betti Risnalenni guru SD Insan Kamil Bekasi, awalnya membuka kursus aritmatika pada tahun 1996 dan menulis buku tentang aritmatika. Buku tersebut di jual sendiri oleh beliau dengan mengadakan pelatihan-pelatihan. Pada tahun 1998 beliau sudah memiliki 24 cabang kursus di daerah bekasi. Sungguh naluri bisnis yang luar biasa.

Ibu guru hebat ini juga pernah menjadi Guru menteri Pendidikan Indonesia saat ini Bapak Nadiem Makarim. Pernah mengajar anak didik yang sukses menjadi menteri Pendidikan. Suatu hal yang membanggakan dan menjadi pengalaman yang sangat luar biasa.  

Dengan kerja keras dan fokus pada tahun 2003 Ibu Betti Risnalenni mendirikan sekolah TK dan TPQ. Dan tahun 2004 berlanjut mendirikan Sekolah Dasar. Walau bukan sebuah usaha, namun sekolah yang didirikan bu Betti ternyata mampu juga mendatangkan profit kepada dirinya. Dan seluruh sekolah yang didirikan bu Betti Risnalenni masih terus aktif sampai saat ini.

Awal Mula Bu Betti Buka Usaha

Seiring bertambahnya Usia bu Betti juga mulai mengurangi kegiatan beliau disekolah. Dan memulai membuka usaha jualan di samping rumahnya. Usaha yang di rintis oleh beliau, ternyata di masa pendemi ini mendapat ujian yang begitu berat. Terjadi penurunan pendapatan dalam usaha yang beliau rintis. Awal mula yang berat dan ujian yang jika tidak bermental pengusaha mungkin tidak kuat menghadapinya.

Dengan keuletan dan semangat yang tak kenal lelah, bu Betti mengikuti pelatihan UMKM yang dilaksanakan pemerintah kota Bekasi. Dimana pemerintah kota Bekasi memang sangat peduli terhadap perkembangan UMKM. Hasil dari berbagai kegiatan pelatihan yang di Ikuti Bu Betti akhirnya Produk yang dia miliki Mendapat Ijin PIRT dan sertifikat halal. Hal inilah yang menjadi titik bangkit dan motivasi bagi beliau untuk terus bergelut menjadi seorang pengusaha.



Keberhasilan bu Betti menjadi pengusaha, terus beliau kembangkan dengan terus mengikuti berbagai pelatihan sampai ke Jepang khususnya pelatihan tentang Boga atau makanan.

Intisari Pelatihan malam ini

Bu Betti salah satu guru yang sukses jadi pengusaha. Jika kita melihat profil dan sejarah tokoh hebat asal Tiongkok Jack Ma. Seorang pengusaha sukses. Pendiri sekaligus Chairman Eksekutif dari Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Miliader dunia sekaligus orang terkaya di China saat ini awalnya adalah seorang guru Bahasa Inggris.

Jack Ma mengatakan keterampilan istimewa seorang guru adalah mampu mengidentifikasi dan mengembangkan bakat. Setiap menjadi pembicara Jack Ma mengatakan tidak pernah mengerti apa itu marketing, teknologi, mengurus keuangan namun latar belakang seorang guru apa yang menjadi kesulitan tadi mampu ia atasi. Saat ini Alibaba group adalah perusahaan terbesar di dunia dan pelopor bisnis online yang lagi tren dan gaya hidup saat ini. Pendirinya adalah seorang Guru.

Apa yang dilakukan Bu Betti seharusnya menjadi contoh bagi kita. Sebagai seorang guru harus mempunyai jiwa pengusaha. Saat ini penghasilan seorang guru di Negara kita ini memang sudah lumayan. Dengan adanya sertifikasi keadaan keuangan seorang guru agak terbantu. Namun negara tidak bisa menjamin keseluruhan guru di Negeri ini  mampu untuk diberikan sertifikasi sekaligus.

Hal ini bisa memunculkan kesenjangan antara guru sudah sertifikasi dan guru yang belum sertifikasi. Ditambah lagi guru PNS dan Non PNS hal inilah yang selalu menjadi polemik di negeri ini. Dengan harapan Meningkatkan kualitas pendidikan dengan keterbatasan pendapatan sangat mustahil rasanya.

Membagi waktu dengan baik antara mengajar dan buka usaha. Menjadi jawaban keluh kesah guru selama ini. Jika kita membuka usaha mungkin tambahan penghasilan. akan jauh lebih besar dari apa yang kita dapat dari mengajar. Jika seluruh guru di Indonesia adalah pengusaha. Mungkin pendidikan di Negara ini akan jauh lebih baik.

Hal inilah yang mendorong saya, beberapa bulan yang lalu membuka usaha kecil-kecilan dengan hasil yang lebih besar dari gaji bulanan saya. Dibantu Isteri tercinta membuka usaha kuliner jenis minuman saya mencoba menjadi seorang pengusaha yang sehari-hari adalah seorang guru. Dan Alhamdulillah saat ini usaha tersebut terus berjalan.



Saat ini penghasilan seorang guru sangat mengkhawatirkan, tidak mengikuti kenaikan harga berbagai kebutuhan hidup. Terkadang gaji diterima di awal bulan belum habis bulan gaji tersebut sudah habis. Bagaimana bisa menyampaikan materi dengan tenang kepada anak didik jika perasaan was-was menyelimuti seorang guru. Pulang kerumah membawa beban pikiran uang beli beras dan susu anak dapat dari mana.

Memang bersyukur adalah suatu keharusan setiap ummat manusia. Namun di era profesional saat ini, tidak adil rasanya profesi yang memanusiakan manusia ini kurang begitu di hargai. Bahkan terus di rendahkan. Apalagi dimasa pendemi seperti saat ini. Mungkin cibiran adalah sebuah hal yang biasa diterima guru, ungkapan guru makan gaji buta pasti seluruh rekan-rekan pasti mendengar. Guru tidak mengajar tapi dapat gaji. Padahal jika mereka tau sulitnya saat ini, bagaimana kita menyiapkan materi yang butuh perjuangan ditambah lagi terus belajar teknologi agar materi tersampaikan. Butuh pengorbanan lahir dan bathin.

Kesimpulan dan Penutup

Keuletan, kerja keras, dan pantang menyerah menjadi syarat kunci keberhasilan yang dibagikan Bu Betti malam ini. Kemampuan mengkolaborasikan mengajar dan berusaha akan mendatangkan pendapatan yang luar biasa. Guru hebat guru sejahtera tanpa korupsi bisa kaya.

Mudahan-mudahan pelatihan malam ini menjadi awal perubahan pola pikir kita sebagai guru. Ilmu yang dibagikan Ibu Betti Risnalenni mampu kita aplikasikan. dan kedepannya guru-guru Indonesia Khususnya guru yang mengikuti pelatihan malam ini. Menjadi guru yang profesional dan sejahtera.

Terima kasih kepada Narasumber Ibu Betti Risnalenni, Ibu Moderator Bu Aam Nurhasanah serta sang Inspirator Bapak Wijaya Kusuma.  

 

Salam hormat saya

 

Budi Idris Dalimunthe S.Pd

Guru SMA Negeri 2 Kotapinang

Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara

Senin, 26 Oktober 2020

JAWABAN IMPIAN SEORANG PENULIS !

 


Menerbitkan buku adalah impian setiap penulis. Bagaimana proses membuat buku. Tulisan seperti apa yang bisa dijadikan sebuah buku. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini selalu muncul di pikiran para penulis pemula seperti saya.

Alhamadulillah pelatihan malam ini sudah memasuki pertemuan yang ke 10 ( sepuluh ), sudah setengah perjalanan untuk menuntaskan syarat minimal yang menjadi ketentuan lulus tidaknya seseorang dalam pelatihan ini. Narasumber malam ini Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd penulis kelahiran jakarta, 30 Juni 1992.

Narasumber berusia muda yang dihadirkan Omjay malam ini, sesuai semangat sumpah pemuda pelatihan juga menghadirkan Narasumber yang masih sangat muda untuk ukuran seorang penulis sukses. Usia bukan jadikan patokan seseorang sukses menjadi seorang penulis. Beberapa pertemuan sebelumnya juga banyak penulis yang sukses di usia senja. Jadi dimana ada kemauan disitu ada jalan.

Pak Brian panggilan Narasumber malam ini. Di usia muda Pak Brian sudah menerbitkan beberapa buku dan tulisan-tulisan beliau sudah sering dimuat di surat kabar. Suatu hal yang sangat membanggakan impian setiap penulis pemula ingin memiliki buku dan tulisan-tulisan dimuat di surat kabar.

Belajar dari pengalaman adalah ilmu yang terbaik. Sejarah hidup seseorang mampu kita jadikan cerminan untuk menentukan arah tujuan hidup kita. Agar menjadi lebih baik kedepannya. Dan apa yang dilakukan seseorang dari memulai sampai berhasil menciptakan sesuatu bisa dijadikan motivasi bagi kita untuk mencontoh kesusksesannya.

Awal mula pak Brian menerbitkan buku.

Tahun 2014 sudah aktif menulis dan mengikuti pelatihan online di nulis.com, beliau berharap dapat menerbitkan buku saat mengikuti komunitas menulis tersebut. Ternyata sebagai seorang mahasiswa yang belum memiliki penghasilan, menerbitkan buku di nulis.,com membutuhkan biaya yang sangat besar. Desain cover dan menerbitkan ISBN dibutuhkan dana yang besar menurut beliau. Akhirnya semangat menulis pak brian surut dan vacum beberapa tahun.

Pada tahun 2019 Pak Brian, tanpa sengaja menemukan hastag di instagram tentang penerbit indie. Hal inilah yang memunculkan semangat Bliau untuk kembali menulis dan menerbitkan buku. Pada oktober 2019 pak brian mengirimkan naskah buku pertamanya ke penerbit indie.

Tiga bulan berselang apa yang dicitakan dan di impikan Pak Brian akhirnya terjawab. Buku pertama beliau terbit januari 2020. Inilah awal mula pembuka jalan terbitnya buku-buku lainnya. Buku pertama beliau Blog untuk Guru Era 4.0.

Setelah buku pertama terbit barulah pak brian ketemu dengan pelatihan menulis. Belajar menulis bersama Omjay gelombang ke 4, dari mengikuti pelatihan ini muncul beberapa judul buku yang ditulis oleh Pak Brian. diantaranya Aksi literasi guru masa kini, Menerjang Tantangan Menulis Setiap Hari. Itulah beberapa buku yang ditulis beliau.

saat ini pelatihan menulis bersama Omjay sudah memasuki gelombang yang ke 16 dimana saya menjadi salah satu pesertanya. Dan saya yakin kesuksesan yang dimiliki Pak Brian akan menular kepada saya dan kawan-kawan yang lain dalam pelatihan ini. Pada masanya kami akan menerbitkan buku juga seperti beliau, Amin.

Tips menerbitkan buku dari Pak Brian

Cara Pak Brian menerbitkan buku, topik utama dari materi pelatihan malam ini. Menurut Pak Brian Pelatihan menulis tidak menentukan penerbit untuk kita menerbitkan buku. Penulis bebas tulisannya dimana mau diterbitkan. Ada beberapa penerbit yang sudah direkomendasikan pelatihan-pelatihan sebelumnya diantaranya Penerbit Kamila Press milik Cak Inin, Penerbit YPTD dan ada juga penerbit dari Ibu Kanjeng.

Malam ini Pak Brian menambah daftar tempat penerbitan buku lainnya. Penerbitan ini adalah rekanan beliau dalam menerbitkan buku. Khususnya buku-buku Indie. Dalam pemaparan beliau setiap penerbit memiliki ketentuan dan persyaratan masing-masing untuk menerbitkan sebuah buku. Maka tugas kita sebagai penulis adalah memahami apa yang di inginkan penerbit agar buku kita bisa diterbitkan.

Format naskah buku yang kita tulis ternyata tidak sepenuhnya ditentukan oleh pelatihan menulis yang kita ikuti. Tetapi menyesuaikan dari apa keinginan dari penerbit yang kita pilih. Biasanya dan kemungkinan bisa terjadi setiap penerbit berbeda format settingannya dalam mengelola naskah buku yang kita miliki. Pak Brian mempunyai rekanan yang bisa menerbitkan buku, dari penulis-penulis pemula. Tips atau tata cara dibawah ini akan menuntun kita bagaimana menerbitkan buku secara mudah.

Langkah-langkah menerbitkan buku dari Resume pelatihan belajar menulis :

1.      Resume selama 20 pertemuan di kumpul menjadi 1 file Microsoft Word.

2.      Pengetikan Resume mengikuti ketentuan pengaturan kertas seperti berikut :

a.       Ukuran kertas A5

b.      Huruf Times New Roman

c.       ukuran huruf 12

d.      Spasi 1,5

e.       Margin 2 cm

f.       Paragraf Justify ( rata kiri kanan )

3.      Naskah dilengkapi

a.       Cover, ( Judul buku dan nama penulis saja )

b.      Kata pengantar

c.       Daftar isi

d.      Profil penulis

e.       Sinopsis ( 3 paragrap setiap paragrap 3 kalimat )

4.      Urutan Naskah

a.       Cover

b.      Kata pengantar

c.       Daftar isi

d.      Isi naskah

e.       Profil penulis

f.       Sinopsis

Kesemua urutan yang diberikan diatas disusun menjadi satu file yang tidak terpisah-pisah. Jumlah halaman tidak menjadi ketentuan, dalam menerbitkan sebuah buku. dan dari biaya yang dibutuhkan untuk mencetak menjadi sebuah buku itu diperlukan dana Rp. 300.000,- sungguh dana yang sangat lumayan murah untuk ukuran menerbitkan buku Ber ISBN. Hanya dengan segitu kita sudah memiliki buku yang tertulis nama kita sebagai penulis.

Jika keseluruhan proses sudah selesai kita akan mendapatkan fasilitas penerbitan seperti :

-          Desain Cover

-          ISBN

-          Layout

-          Edit Ringan

-          2 Buku bukti terbit

-          E-Sertifikat

Itulah tadi beberapa tips dan tata cara yang diberikan Pak Brian untuk menerbitkan buku, suatu hal yang luar biasa. Pelatihan menulis bersama Omjay menyisakan setengah perjalanan lagi bagi saya. saatnya terus fokus dan terus menulis setiap hari dan memposting di blog pribadi adalah langkah awal menjadi seorang penulis profesional. Pelatihan yang sudah memberikan ilmu secara gratis dimulai dari bagaimana menjadi seorang penulis, bagaimana bentuk tulisan yang baik, dan bagaimana menerbitkan buku. Kesemuanya sudah di bimbing dalam pelatihan ini.

Harapan dan impian penulis

Kesemuanya akan menjadi sangat berharga dan bernilai. Jika dilakukan secara konsisten dan tidak patah semangat. Langkah saya sebagai seorang penulis ibarat mau melangkah keluar rumah saya masih membuka pintunya, belum menapaki jalan terjal yang akan dilalui. Mudah-mudahan dalam perjalanan kedepannya satu buku satu tahun akan terwujud. dan menambah daftar buku bacaan di kalangan penggiat literasi di Indonesia.

Pelatihan malam ini, mengajarkan bagi saya pribadi teruslah berimpi karena impian akan menjadi suatu kenyataan jika kita terus berusaha belajar dan terus melakukan. Pasti suatu saat akan ada jalan.

Terima kasih saya kepada Bapak Raimundus Brian Prasetyawan yang menjadi Narasumber malam ini, serta terima kasih kepada Bu Aam Nurhasanah selaku Moderator dan contoh sukses seorang penulis yang sukses belajar menulis hingga menerbitkan buku.

Semuanya tidaklah mudah, tapi bukanlah sulit Pak Brian sudah membuktikan dengan kerja keras mampu menulis buku dan tulisan-tulisan dimuat di surat kabar, begitu juga dengan Bu Aam mengikuti Pelatihan dari berbagai gelombang hingga lulus dan menerbitkan buku suatu pengalaman yang patut kita apresiasi dan semangatnya menjadi contoh tauladan yang mesti kita ikuti.

Di Akhir penulisan ini doa penulis seperti resume-resume sebelumnya mudah-mudahan saya terus diberikan kemudahan dan waktu luang yang bermanfaat untuk mengikuti pelatihan ini hingga tuntas. Dan muaranya nanti mengalir beberapa judul buku yang bermanfaat sebagai bahan bacaan. Amin.

 

 

Salam hormat saya

 

Budi Idris Dalimunthe S.Pd

Guru SMA Negeri 2 Kotapinang

Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara

 

 

KOMBINASI APLIKASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN

 MENGUATKAN PERAN TEKNOLOGI TERKINI

DALAM MEMBUAT PEMBELAJARAN DARING (ONLINE ) DAN

LURING ( OFFLINE )

MENJADI SEMAKIN MENYENANGKAN.

 



 


Masa pendemi yang sudah mencapai tujuh bulan lamanya memaksa kita untuk tidak banyak berkegiatan diluar rumah. Begitu juga dunia pendidikan dalam sejarah Indonesia baru kali libur atau tidak hadir kesekolah dilakukan begitu lama.


Masa pendemi yang terus bergulir seaakan tak mengenal waktu untuk berhenti, memaksa pemerintah dan pihak yang berwenang mencari cara untuk terus sampainya pendidikan kepada generasi - generasi penerus bangsa.

Peradaban baru dunia pendidikan

Pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif yang dipilih pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, pembelajaran jarak jauh ( pjj) yang sebelumnya jarang dilaksanakan bahkan tidak pernah dilaksanakan menjadi momok yang membebani Para tenaga pendidik. Untuk melaksanakan pendidikan.

Hal ini begitu membebani bagi para pendidik, ditambah lagi sumber daya manusia yang kurang memadai dalam mengoperasikan aplikasi aplikasi pendukung pembelajaran sebagai penopang pembelajaran jarak jauh.

Ditengah polemik dan kerancuan keadaan ini, syukurlah pemerintah hadir dengan berbagai program untuk mengatasi semua problematika pembelajaran jarak jauh ini, dimulai dengan pemberian pulsa gratis terhadap siswa dan guru. Memunculkan perangkat pembelajaran darurat.

Melalui kementerian pendidikan juga mempunyai program guru belajar secara online hal ini sangat membantu tenaga pendidik untuk terus belajar dan mengetahui apa yang seharusnya dilakukan menghadapi pembelajaran dimasa pendemi ini.

Guru tidak hanya sekedar menjadi penyampai materi pelajaran kepada siswa namun dengan pembekalan yang dilaksanakan kementerian menambah pola pikir guru untuk terus berinovasi dalam menyampaikan materi dan berusaha setiap anak didik keseluruhannya mendapatkan haknya untuk belajar.

Berbagai metode dalam penyampaian materi ajar dimasa pendemi ini dimunculkan. Baik secara dalam jaringan (daring )  maupun luar jaringan ( luring )

Belajar Dalam Jaringan ( Daring )

Mengajar dalam jaringan ( daring ) saat ini tekhnologi sangat mendukung sekali dalam hal ini, sebagai guru kita ditawarkan berbagai produk menarik dari berbagai penyedia layanan aplikasi untuk mendukung pembelajaran diantaranya :

1.zoom meeting,

Aplikasi ini dapat digunakan dengan mengumpulkan peserta didik dengan video kamera yang terhubung ke handphone atau laptop hal ini menjadikan kita seolah olah belajar dalam kelas.

Namun dibalik kemudahan yang diberikan ada konsekuensi yang kita terima dimana aplikasi ini sangat boros terhadap penggunaan paket pulsa kita.

2.whatapp

Aplikasi WhatsApp(wa) juga bisa digunakan untuk dijadikan media untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Dengan membentuk satu ruang group WhatsApp memudahkan kita dalam menyampaikan materi ditambah lagi fasilitas whatsapp ya begitu mudah untuk mengirim berkas file baik berbentuk video, dokumen, foto dll

3. Video Pembelajaran

Aplikasi video pembelajaran juga bisa digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran, dimana dalam dunia yang teknologi begitu mudah untuk digunakan, banyak konten video yang dibuat di youtube saat ini bertemakan pendidikan. Seorang guru bisa hanya dengan memberikan link alamat web kepada siswa, bisa juga dengan membuat konten langsung guru bersangkutan membuat video pembelajaran sendiri.

4. Quizizz

Aplikasi ini digunakan untuk memberikan soal atau kuis pada pembelajaran dengan tampilan yang menarik secara online, aplikasi ini dibuat untuk mengurangi kejenuhan siswa saat mengerjakan soal, biasanya siswa mengerjakan soal hanya dengan soal – soal konvensional yaitu soal – soal yang diketik di ms – word lalu di kirim melalui wa group atau google class room, hal ini kurang menarik dan sangat menjenuhkan dan membosankan.

5. Google Classroom

Sebuah aplikasi yang dibuat oleh google, untuk memudahkan para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Google classroom sangat mudah digunakan dan membantu guru dalam mengelola tugas, mendistribusikan tugas, memberi nilai, mengirim masukan dan melihat semua dalam satu tempat.

Dari beberapa aplikasi yang disebutkan diatas masih banyak lagi aplikasi yang bisa kita gunakan dalam menyampaikan pembelajaran secara online. seluruh aplikasi tergantung kemampuan seorang guru dan siswa dalam menggunakannya. Prinsip dasar dalam pembelajaran Daring ( dalam jaringan ) menguasai satu aplikasi dan mampu mengoperasikannya itu jauh lebih baik daripada mengetahui berbagai aplikasi dan konten tapi tidak mampu untuk menggunakannya dengan baik.

Belajar luar jaringan ( luring )

Belajar luar jaringan ini bisa memanfaatkan berbagai media seperti televisi, radio, membuat kelompok kecil, dan banyak lagi kegiatan lainnya, jika pembelajaran tersebut tidak menggunakan jaringan internet untuk berkomunikasi inilah yang dikatan belajar luar jaringan ( luring ).

1.    Menonton tv

Menonton tv termasuk belajar di luar jaringan, melalui kebijakan pemerintah dalam menghadapi masa pendemi seperti saat ini stasiun televisi milik pemerintah TVRI sering menyiarkan konten pembelajaran dari tingkat SD sampai SMA, hal ini sangat membantu para siswa untuk mendapatkan materi pembelajaran di rumah.

2. Mendengarkan Radio

Radio sebagai alat komunikasi audio yang hanya menampilkan suara dalam melakukan kegiatan operasionalnya, juga mampu menjadi alat penyampai materi pembelajaran dimana saat ini juga Radio Republik Indonesia ( RRI ) sering hadir menyajikan acara bertema pendidikan yang bisa dinikmati di rumah. Hal ini juga bisa dijadikan sebagai sumber belajar peserta didik.

3.    Kelompok belajar

Dalam masa pendemi menjaga jarak dan tidak berkerumun adalah salah atu protokol kesehatan, dalam belajar jika dilakukan seperti biasa ini bisa menularkan wabah tersebut solusi untuk mengatasi hal ini, belajar juga bisa dilakukan dengan membuat kelompok kecil untuk belajar. Kelompok kecil ini bisa digunakan guru untuk mengajar secara langsung dan bergantian setiap anak didik. Sehingga hak pendidikan seluruh anak didik bisa terpenuhi.

Ketiga hal tersebut menjadi sebagian kecil contoh dalam pelaksanaan pembelajaran secara luar jaringan atau luring. Masih banyak hal lain yang bisa dijadikan pembalajaran secara luring.

Kombinasi aplikasi dalam pembelajaran 

Agar pembelajaran semakin menarik dan siswa tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran diperlukan kombinasi aplikasi yang kita gunakan dalam melaksanakan pembelajaran. Agar peran teknologi terkini dalam membuat pembelajaran daring (online ) dan luring ( offline ) menjadi semakin menyenangkan.

Sebagai contoh menggabungkan atau mengkombinasikan aplikasi pembelajaran google classroom, video pembelajaran, Quizizz. Ketiga aplikasi ini jika digabungkan akan menjadi sebuah pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Dengan membagi peran masing – masing dari aplikasi sebagai berikut :

a.       Google Classroom

Aplikasi ini dijadikan aplikasi induk untuk memulai pembelajaran dimana kita disini bisa memberikan absen, materi pengantar dan berdiskusi mengenai pembelajaran.

b.      Video Pembelajaran

Video pembelajaran digunakan untuk menguatkan materi pembelajaran dengan memberikan kesimpulan dari topik pembelajaran yang diberikan pada saat itu, video ini juga bisa disisipkan dalam aplikasi Google Classroom.

c.       Quizizz

Aplikasi Quizizz dijadikan alat untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa menyerap materi pembelajaran. Dengan pengujian materi yang menarik siswa akan tertantang untuk menjawab soal yang diberikan. Kedepannya siswa akan lebih konsentrasi untuk menyimak pembelajaran karena ingin menjawab pelejaran dengan baik di Aplikasi Quizizz. Aplikasi ini bisa juga di masukkan kedalam Google Classroom sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran google Classroom disini menjadi induk aplikasi yang digunakan.

 

Dari kombinasi tiga aplikasi sekaligus, diharapkan siswa mampu menyerap materi yang disampaikan oleh guru,  dan apa yang di harapkan dari sebuah pendidikan mencerdaskan anak bangsa tercapai walaupun itu dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh. peran teknologi terkini dalam membuat pembelajaran daring (online ) dan luring ( offline ) menjadi semakin menyenangkan. Adalah hal yang bisa dilakukan seorang guru.

apa yang penulis sampaikan diatas, salah satu dari banyak aplikasi yang bisa dikombinasikan. dengan kreativitas dan inovasi guru-guru hebat Indonesia pasti mampu memunculkan kombinasi-kombinasi aplikasi pembelajaran lainnya,

Akhirnya penulis mengharapkan secepatnya masa pendemi ini berakhir, dan kita sebagai seorang guru dan pendidik, kiranya banyak mengambil pelajaran bahwasanya seorang guru harus senantiasa belajar. Baik secara materi keilmuwan maupun penggunaan konten aplikasi teknologi.

Saatnya kita meninggalkan guru zaman kolonial dan menjadi guru zaman milenial.

 

#PGRI, #KOGTIK, #EPSON #KSGN

 

 

Profil

 

BUDI IDRIS S.Pd

 

Dilahirkan di Kotapinang, 1 April 1985, merupakan anak ke enam dari delapan bersaudara dari pasangan Wan Yohni dalimunthe dan Siti Lannasari Hasibuan. Menempuh pendidikan dimulai dari SD Negeri 112223 Kotapinang ( lulus tahun 1998 ), SMP Negeri 1 Kotapinang, (lulus tahun 2001) SMA Negeri 1 Kotapinang         ( lulus tahun 2004 ). LPK. Tricom Medan ( lulus tahun 2006 ). Universitas Labuhan Batu ( lulus tahun 2011 ). Penulis adalah guru PPKn SMA Negeri 2 Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara. Mempunyai hobby menulis dan olahraga. Mempunyai cita-cita mencerdaskan anak didik dengan menanamkan nilai – nilai pancasila.  Generasi maju generasi pancasila.

Jumat, 23 Oktober 2020

RAHASIA SUKSES MENULIS ARTIKEL DI KORAN DAN MAJALAH



Pengalaman adalah guru yang terbaik, belajar dari pengalaman orang yang sudah sukses atau berhasil adalah langkah awal kita meraih kesuksesan.

pelatihan menulis bersama Omjay yang ke 9 ( sembilan ) malam ini, menghadirkan narasumber yang sudah berpengalaman dibidang menulis artikel, tulisan–tulisan beliau sudah di muat di koran dan majalah lokal maupun nasional, Bapak Encon Rahman selaku Narasumber malam ini berbagi pengalaman sebagai seorang penulis artikel sukses, yang dimoderatori Ibu Fatimah.

Profil Singkat Encon Rahman

Bapak Haji Encon Rahman sering juga dipanggil Kang Encon seorang penulis artikel dari bandung, memiliki prestasi sebagai guru berprestasi tingkat nasional sebagai juara 1 dan penerima penghargaan Internasional dari Thailand perwakilan bangsa Indonesia pada tahun 2017. lebih dari 500 artikel yang sudah beliau tulis dan dimuat di koran lokal maupun nasional. Dan saat ini aktif melakukan Bimtek untuk para penulis untuk menembus surat kabar.

Awal mula Kang Encon menulis

Awal mula Kang Encon terjun kedunia tulis menulis khususnya koran dan majalah, ini diawali kesenangan beliau membaca koran sewaktu beliau masih bersekolah di jenjang SMP, setiap melihat koran dan majalah kang Encon akan membacanya, awalnya Kang Encon berpikiran menulis di koran itu sangat mudah, namun pada awal – awalnya Kang Encon belum berani mencoba membuat sebuah tulisan karena tidak tau caranya dan tidak punya ilmunya.

Pada masa SMP Kang encon sangat aktif menulis di majalah dinding sekolah, pada masa itu Kang Encon belum begitu faham bagaimana mengirim tulisan ke koran atau majalah karena minimnya pengetahuan tentang menulis pada masa beliau masih SMP, namun pada saat beliau memulai pendidikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Majalengka yang saat ini setingkat SMA/SMK, pada masa itu kang Encon sudah mendapatkan pengetahuan tentang tulisan–tulisan yang dimuat di koran dan majalah, disinilah beliau mulai belajar teknik–teknik menulis. Awalnya beliau hanya menulis untuk dimuat di majalah dinding sekolah beraneka ragam tulisan yang ditulis beliau ada artikel, cerpen yang tulisan tersebut sangat di apresiasi teman–teman sekolah beliau.

Begitu seringnya Kang Encon menulis di majalah dinding hal ini menarik perhatian guru beliau Pak Entis namanya, Guru beliau inilah yang menyuntikkan semangat motivasi dan memberi petunjuk agar Kang Encon mengirimkan tulisan–tulisannya ke koran dan majalah. Tabloid Mitra Desa, salah satu bagian dari surat kabar Pikiran Rakyat Bandung. disinilah awal mula Kang Encon mengirimkan tulisannya, dimulai tulisan sederhana seperti sajak, humor, kartun dan lainnya. Dan tulisan–tulisan tersebut selalu di muat di tabloid tersebut.

Tulisan Kang Encon yang dimuat di Tabloid Mitra Desa disinilah beliau pertama kali memperoleh honor sebagai seorang penulis, dan menambah semangat beliau untuk terus menulis dikarenakan selain mendapatkan honor yang dikirim melalui wesel pada masa itu dengan nilai yang lumayan Kepuasan Bathin dan rasa bangga itulah hal yang tak ternilai bagi Kang Encon.

Berbagai tulisan kang Encon yang dimuat dikoran, beliau kliping dan simpan sampai saat ini masih terjaga dan tetap ada, sungguh luar biasa ternyata keseriusan dan penghargaan terhadap sebuah karya patut kita contoh dari kepribadian Kang Encon.

Perjalanan Kang Encon menulis di koran melalui proses yang panjang, memulai dari koran desa dan melewati waktu yang panjang dan betul–betul matang barulah Kang Encon mencoba mengirim tulisannya ke Harian Umum Pikiran Rakyat Koran terbesar masa itu dibandung. Dan sampai saat ini tulisan beliau selalu dimuat di koran–koran nasional.

Dalam perjalanan panjang Kang Encon bergelut di dunia tulis menulis yang berhasil menembus surat kabar, beliau berpesan kepada penulis pemula sebaiknya kita tidak langsung terburu–buru untuk menembus koran tingkat nasional, tetapi mulailah dari koran kecil atau lokal, untuk mengambil pembelajaran dan pengalaman terlebih dahulu. Jika sudah betul betul matang barulah mencoba ke koran tingkat yang lebih tinggi.

Dalam dunia pendidikan Kang Encon sedikit kurang beruntung karena tidak berhasil menembus perguruan tinggi negeri, beliau mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (Sipenmaru),yang gagal pada masa itu, padahal beliau berangkat ke bandung dari hasil honor beliau menulis koran yang beliau kumpulkan.

Setelah gagal menembus perguruan tinggi negeri, Semangat Kang Encon untuk melanjutkan pendidikan tidak berhenti Kang Encon melanjutkan kuliah di universitas swasta dengan mengambil jurusan Bahasa Indonesia, hal yang mendasari Kang Encon melanjutkan pendidikan karena mendengar nasehat teman beliau yang mengatakan tidak ada artinya tulisan kita selalu dimuat di surat kabar jika tidak di imbangi dengan pendidikan karena semua itu tidak akan ada artinya.

Suatu pelajaran bagi kita penulis pemula ternyata apa yang dialami Kang Encon sebagai seorang penulis terkenal pada masa itu, beliau tetap berniat melanjutkan pendidikan padahal jikalaupun beliau tidak melanjutkan pendidikan penghasilan beliau sangat besar dan setara dengan orang memiliki gelar Sarjana pada masa itu. Ternyata Kang Encon menyadari Pendidikan itu akan mengangkat derajat seseorang. Dan dengan kuliahnya Kang Encon di jurusan bahasa menjadikan beliau lebih baik prestasinya. Dan kualitas menulisnya semakin meningkat.

Dan pelajaran selanjutnya yang diberikan Kang Encon ternyata menulis itu bisa menjadikan beliau seorang sarjana, artinya bermodalkan menulis, honor beliau mampu menyelesaikan kebutuhan dana selama beliau menempuh pendidikan di Universitas Pasundan.ternyata keseriusan dan ketekunan untuk terus belajar ternyata bisa menghantarkan Kang Encon memperoleh pundi – pundi uang. Pelajaran berharga yang diberikan Kang Encon malam ini.

Tips tulisan menembus surat kabar dari kang Encon

1.       Pantang menyerah

Tips ini yang berulang ulang disampaikan kang Encon, pantang menyerah walaupun tulisan kita tidak dimuat jangan karena hal ini kita jatuh mental dan berhenti menulis, lebih baik  kita mengevaluasi diri kenapa tulisan kita tidak dimuat kemungkinan tulisan kita judulnya tidak sesuai harapan redaksi, tema kita tidak menarik minat pembaca, atau ide tulisan kita sudah ditulis oleh orang lain.

2.       Sering Membaca koran dan ikut perkembangan

Dengan mengikuti perkembangan terkini, apa yang sedang di bicarakan publik, sisi lain dari hal tersebutlah yang bisa kita jadikan tulisan yang menarik.

3.       Mulai dari koran lokal

Untuk penulis pemula sebaiknya memulai tulisan dari koran – koran lokal, jika sudah terbiasa dan sudah sering dimuat barulah mencoba untuk bersaing ke tingkat yang lebih tinggi.

4.       Istiqomah Menulis

Teruslah menulis setiap hari, dan kirim tulisan yang kita kirim jangan hanya sekali tetapi sesering mungkin, sehingga nantinya salah satu dari tulisan kita akan dimuat oleh koran tersebut

5.       Jangan bosan terus mencoba

Menulis dan kirim ke surat kabar, ini tips kang Encon yang paling menarik menurut saya karena sekalipun tulisan kita tidak dimuat terus kirim jangan bosan karena dari sekian banyak yang kita kirim pasti akan ada yang tembus diantaranya.

 

Dari berbagai tips yang disampaikan Kang Encon diatas tadi, sebaiknya juga kita rajin membaca koran dan membuat kliping koran. Karena setiap tahunnya peringatan peringatan yang sama akan terus dilakukan dan setiap bulannya pasti ada tema yang dibahas yang selalu muncul setiap tahunnya secara terus menerus. Misalnya seperti 17 agustus peringatan kemerdekaan Indonesia, setiap bulan agustus ini akan menjadi trending topik, Inilah yang kita baca kita pelajari dari berbagai koran sehingga menjadi satu sudut pandang menurut tulisan kita nantinya.

 

Banyak ilmu yang dibagi Kang Encon malam ini, terkhusus kepada saya pribadi ternyata menulis di koran banyak manfaatnya untuk menunjang jenjang karir seorang PNS seperti saya, ada tiga hal keuntungan yang Kang Encon sampaikan jika tulisan kita dimuat di koran diantaranya :

1.       Dapat honorarium atau menambah pendapatan kita.

2.       Kliping tulisan kita yang dimuat bisa menambah angka kredit, saat kita mengusulkan kenaikan pangkat PNS.

3.       Dan jika artikel kita sudah terkumpul dan menjadi buku hal ini juga bisa menjadi angka kredit.

 

Mudah mudahan setelah pelatihan ini saya pribadi lebih memahami proses teknik teknik dasar dalam menulis agar tulisan yang saya buat bisa dimuat di koran, dengan ketekunan dan memahami pola – pola penulisan yang di muat di surat kabar bukan mustahil nantinya tulisan saya kedepannya sudah dimuat di surat kabar...amin.

 

Terima kasih kepada Narasumber Pak Encon Rahman, ibu Fatimah sebagai moderator, terkhusus ke Omjay Inisiator kegiatan ini, pelatihan yang bermanfaat sebagai cikal bakal penulis hebat...  

 

  

Salam hormat saya


Budi Idris Dalimunthe S.Pd
Guru SMA Negeri 2 Kotapinang
Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara

 

Rabu, 21 Oktober 2020

KENDALA DAN SOLUSI SEORANG PENULIS

 


"Berkarya ketika waktu luang itu biasa, namun berkarya ditengah kesibukan itu yang luar biasa, 

itu baru istimewa. (Noralia Purwa Yunita, M.Pd)"


Malam ini pertemuan yang ke 8 (delapan) dalam kegiatan belajar menulis Gelombang 16 bersama Omjay, seperti pelatihan malam – malam sebelumnya malam ini dihadirkan Omjay narasumber yang luar biasa, Muda, cantik, berprestasi dan berpendidikan. Ibu Noralia Purwa Yunita M.Pd malam ini di dampingi Moderator Bapak Bambang Purwanto atau sering dipanggil Mr. Bams. Akan berbagi pengalaman menarik bagaimana menjadi penulis dan menerbitkan buku.

Ibu Noralia Purwa Yunita M.Pd, yang biasa dipanggil Nora, wanita kelahiran kudus 12 Juni 1989, ibu dua anak yang sekarang tinggal menetap di semarang, alumni Universitas Negeri Semarang saat ini aktif sebagai guru di SMP Negeri 8 Semarang, selain mengajar kesibukan lainnya beliau juga aktif menulis Blog dan tergabung didalam komunitas sejuta guru ngeblog, saat ini juga aktif menulis di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, Menjadi bagian guru penggerak Indonesia. Dan berperan di banyak organisasi keguruan lainnya.

Banyak hasil karya tulis yang sudah diterbitkan bu Nora menjadi sebuah buku dan beberapa artikel yang dimuat di media cetak.

Sungguh menarik profil yang menyajikan prestasi menulis dari bu Nora, sebagai penulis pemula seperti saya penasaran rasanya bagaimana beliau memulai hal hebat menjadi seorang penulis seperti saat ini.  

Awal mula menulis dan menerbitkan buku

Dimulai dari mengikuti pelatihan, menulis bersama Omjay yaitu gelombang ke 8  ( delapan ) disinilah awal mula bu Nora aktif sebagai seorang penulis dan menghasilkan banyak karya tulis, dimulai dengan menulis buku solo berjudul kiat menulis modul berbasis riset hasil dari pengubahan tesis menjadi sebuah buku, sungguh menarik sekali buku ini menurut saya karena dari sebuah tesis di rubah menjadi sebuah buku, kreatifitas yang luar biasa selain mengantarkan bu Nora menyandang gelar M.Pd tesis bisa menjadi karya tulis yang bernilai yang dikelola oleh bu Nora.

Buku selanjutnya yang diterbitkan yaitu buku seri ekoji academy kolaborasi dengan Prof. Eko berjudul Gamifikasi, belajar menyenangkan seasyik bermain game. Dari judulnya sasaran pembaca yang ingin di garap oleh bu Nora Guru dan siswa, Judul yang menarik yang mengundang penasaran dan pastinya buku ini nantinya pasti laku keras di pasaran.

Dan banyak buku lainnya yang sedang di proses bu Nora untuk diterbitkan diantaranya buku yang ditulis bersama siswa yang berjudul aku dan corona.

Kendala yang dihadapi dalam menulis dan solusinya

Dalam pemaparan beliau dalam pelatihan ini banyak kendala yang dihadapi dalam menulis dan menerbitkan buku beberapa kendala yang dihadapi dan solusi yang ditawarkan oleh Bu Nora seperti pemaparan berikut :

1.       Kesibukan sebagai seorang Guru

Dimasa pendemi seperti sekarang ini, seorang guru disibukkan dengan segala jenis kegiatan pembelajaran, menyiapkan materi belajar dalam jaringan lebih sulit di bandingkan belajar tatap muka hal inilah salah satu yang menjadi kendala yang dihadapi bu Nora dalam menulis buku. Menghadapi kendala ini Bu Nora menghadapinya dengan pandai – pandai mengatur waktu dengan memaksimalkan waktu baik siang dan malam membagi porsi yang seimbang antara pekerjaan, menulis dan kodrat sebagai ibu rumah tangga menjadi solusi mengatasi problem ini.

2.       Malas dan jenuh

Sebagai menusia biasa hal ini pasti semua orang mengalaminya yaitu penyakit malas dan jenuh dalam melakukan sesuatu yang sama secara berulang – ulang. Hal ini bisa menjadi hambatan jika kita tidak bisa mengatasinya. Bahkan banyak kegagalan di setiap kegiatan diakibatkan oleh malas dan jenuh.

Solusi yang dilakukan bu Nora untuk mengatasi hal ini beliau mengalihkan berbagai kegiatan dengan Refreshing misalnya dengan menonton Film, Baca Novel atau dengan hal – hal yang membuat beliau nyaman. Jika semangat sudah muncul dan badan dan pikiran sudah kembali fresh  baru kembali berkarya. Dan yang paling penting jangan membiarkan keadaan seperti ini berlarut – larut cukup satu atau dua hari saja untuk bersantai.

3.          Krisis Ide

Menjadi seorang penulis, kendala terbesar adalah kehabisan ide atau krisis ide, hal ini akan menghinggapi penulis berpengalaman maupun penulis pemula, jika hal seperti ini sudah terjadi bu Nora punya solusi mengatasinya beliau menerapkan apa yang disampaikan oleh Bapak Akbar Zainuddin yaitu segala sesuatu yang kita rasa, kita lihat dapat dijadikan ide.

Berbagai ide akan muncul saat kita jalan – jalan, saat kita menonton Acara Televisi, saat kita melaksanakan pekerjaan dan lain – lain.

Intinya apapun yang kita rasakan dan pikirkan, dapat di ubah menjadi sebuah tulisan, karena tidak ada yang tidak bisa menulis karena menulis sama dengan berbicara. Kalimat penyemangat yang disampaikan bu Nora untuk seluruh penulis pemula.

4.       Perbendaharaan Diksi

Kendala ini sering menghinggapi penulis pemula seperti saya, ada masanya dikala kita menulis sering kehabisan kosa kata, sehingga ide menulis tidak mengalir sebagaimana mestinya. Bu Nora punya solusi untuk hal ini biasanya beliau akan membaca artikel orang lain, membaca novel, dan membaca karya apapun untuk memperkaya diksi kita.

5.       Takut menulis

Takut menulis adalah problem penulis pemula, karena takut menulis karena takut salah hal yang sering terjadi bagi penulis pemula seperti saya dan hal ini juga dialami oleh Bu Nora di awal – awal mengikuti pelatihan menulis bersama Omjay.

Solusinya menurut Bu Nora lakukan apa yang dikatakan omjay tulis saja dulu apa yang kita pikirkan, jangan permasalahkan EYD atau kaidah kebahasaan yang lain. Cukup tulis hingga selesai, jika sudah baca berulang lalu lakukan editing sesuai kaidah. Hal inilah yang sering di ucapkan oleh omjay dalam memotivasi penulis pemula sampai saat ini saya juga mendengar kalimat itu. Kita bisa bayangkan jika dari awal kita sudah memikirkan EYD dan yang lain, maka sampai kapanpun tulisan kita tidak akan terwujud.

 

Tips atau kiat – kiat menjadi seorang penulis

Bu Nora dalam kesempatan malam ini memberikan kiat sukses menjadi seorang penulis, tiga kata yang penuh makna mengiringi setiap hari – hari beliau dalam menulis, NIAT, PAKSA, MAU.

Niat dalam menulis hal ini penting karena setiap penulis harus ada niat untuk menulis, dan hal ini harus di PAKSA karena jika hanya ada niat tetapi tidak ada kemauan kuat atau pemaksaan, maka kata MAU tidak akan pernah terwujud.

Banyak ilmu yang dibagikan bu Nora malam ini kepada kami penulis pemula, jika ingin menjadi seorang penulis sukses yang menghasilkan karya seperti buku, meminjam kebiasaan bu Nora adalah suatu keharusan bagaimana memanajemen waktu dengan baik, tidak mengeluh terus belajar adalah suatu hal yang mesti kita lakukan dengan beragam kesibukan jangan menjadikan alasan untuk tidak berprestasi dan sukses. Berkarya ketika waktu luang itu biasa, namun berkarya ditengah kesibukan itu yang luar biasa, itu baru istimewa.

Banyak ilmu yang saya dapatkan malam ini, yang terus menjaga api semangat saya untuk terus menulis pelatihan yang sungguh bermanfaat terima kasih Omjay dan seluruh orang yang terlibat dalam kegiatan pelatihan ini secara keseluruhan. Walaupun saat ini belum juga banyak tulisan yang saya hasilkan namun semangat silaturrahim yang dibangun dalam kegiatan ini menambah wawasan berpikir dan membangun rasa bangga bisa berbagi dengan guru – guru hebat Indonesia. Mudah –mudahan hal ini langkah awal saya, menjadi seorang penulis. rasanya seperti menghimpun pasir menjadi gunung. Mengumpulkan ilmu – ilmu menulis sedikit demi sedikit yang nantinya memunculkan karya tulis yang baik dan berkualitas. Amin...


Salam hormat saya

Budi Idris Dalimunthe S.Pd
Guru SMA Negeri 2 Kotapinang
Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

  BUDI IDRIS S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara Jurnal Refleksi Dwi tayangan Modul ...