Selasa, 17 November 2020

HIKMAH KEHIDUPAN

Kosongkan gelasmu Nak!



Pernah dalam satu kesempatan saya diunjuk menjadi wali kelas untuk kelas 12 IPS satu-satunya jurusan IPS yang ada pada masa itu. Kumpulan dari siswa-siswa yang dalam tanda petik dikatakan nakal.

Sebagai guru baru saya menerima tantangan dari kepala sekolah saat itu. Target yang diberikan bagaimana siswa yang ada bisa selesai sampai menerima izajah artinya tidak kena berhentikan sebelum selesai ujian nasional.

Tantangan yang berat mengingat saya guru baru tidak belum mengenal karakter siswa saya dan ada beberapa siswa laki-laki sudah saat itu sudah mendapat surat peringatan terakhir jika melakukan kesalahan lagi maka di berhentikan.

Pada pertemuan pertama pada masa itu saya teringat kisah "kosongkan gelasmu" dari salah satu buku motivasi yang saya baca.

saya mengatakan kepada anak didik saya kita semua yang ada diruang ini bahwasanya hati nurani kita itu seperti gelas. Jika gelas itu sudah penuh maka tidak akan bisa di isi air apapun begitu juga diri kita kalau sudah dihinggapi rasa sombong, sifat egois maka hal baik tidak akan bisa masuk kedalamnya.

Saat itu saya sampaikan mari kita kosongkan gelas kita masing-masing, dan memulai mengisi gelas kita dengan hal-hal yang bermanfaat.

Dengan kerja keras saya terus memotivasi anak didik saya, mengubah image jelek siswa IPS menjadi target awal saya masa itu.

Setiap jam istirahat saya membiasakan diri berbaur dengan mereka. siapa yang istirahat ke kantin saya persilahkan dan yang tinggal didalam kelas akan saya tanya hal apa yang menjadi kesenangan mereka dan saya pacu untuk meraih prestasi. 

Pelan-pelan rasa persaudaraan terbangun diantara siswa saya, setiap ada pertandingan antar kelas selalu siswa saya yang menjadi juara.

Tepat pada masa itu seorang siswa saya terpilih menjadi perwakilan kabupaten sebagai anggota Pramuka ke Cibubur Jakarta timur. Dan saat yang bersamaan salah satu siswa berhasil juara 3 olimpiade sains bidang kebumian tingkat Propinsi.

Pelan-pelan prestasi mereka bermunculan dan yang paling berkesan masa itu saat siswa saya menjadi perwakilan pasukan pengibar bendera 17 Agustus di Kabupaten dari 5 siswa perwakilan kecamatan 3 diantaranya siswa saya. Kelas IPS yang tadinya dapat julukan kelas "danger" mampu berprestasi.

Saya tidak menyangka kekuatan kalimat kosongkan gelasmu mampu merubah segalanya. 

Dan yang membuat hati ini bahagia dikala siswa paling nakal dulu dikelas saya memberi kabar pak saya lulus jadi TNI.

Mudah-mudahan cerita pengalaman ini menginspirasi. Bagi rekan-rekan pendidik lainnya.


#Day9NovAISEIWritingChallenge

HIKMAH KEHIDUPAN

 Belajar dari kaca spion



Kaca spion sebuah kaca yang ditempelkan di kanan dan kiri mobil untuk membantu pengemudi melihat kebelakang.

Begitu juga pada sepeda motor hal ini sangat membantu kita untuk mengawasi keadaan belakang saat kita berada dalam perjalanan.

Seorang pengemudi jika ingin memundurkan kendaraannya melihat kaca spion menjadi hal yang wajib dilakukan. Jika tidak bisa saja nantinya terjadi hal-hal yang berbahaya. Misalnya menabrak orang atau apapun yang ada di belakang kendaraan kita.

Begitu juga sepeda motor jikalau kita ingin mendahului kendaraan didepan kita sebaiknya kita melihat kaca spion agar kita memastikan posisi kita aman dari kendaraan di belakang kita.

Dari cerita diatas tadi dapat kita tarik kesimpulan fungsi kaca spion adalah untuk melihat kebelakang.

Dalam perjalan hidup manusia kaca spion ini diibaratkan seperti melihat kemasa lalu kita. 

Sebagai manusia kita memiliki masa didalam setiap perjalanan yang kita lalui didunia ini. 

Ada tiga masa atau fase kehidupan kita

1. Masa lalu 

Masa dimana kita sudah jalani dan tak akan bisa diulang kembali dan tak akan pernah bisa di rubah.

2. Masa sekarang

Masa dimana kita sedang jalani dan sedang kita lakukan.

3. Masa yang akan datang 

Masa yang akan kita tuju dan apa yang kita lakukan saat ini akan kita rasakan dampaknya dimasa yang akan datang

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kaca spion adalah.

Untuk memperbaiki masa depan sebaiknya kita melihat kebelakang masa lalu kita. Apa yang kita lakukan dimasa lalu saat ini sudah dapat kita lihat hasilnya.

Kalau baik masalalu kita maka saat ini akan baik juga kehidupan kita. Begitu juga sebaliknya.

Pelajaran selanjutnya yang dapat kita ambil dari kaca spion, dalam aplikasi kehidupan kita.

Jangan terlalu sering melihat kebelakang,  bayangkan jika dalam berkendara kita hanya melihat kaca spion saja maka kemungkinan besar akan terjadi kecelakaan.

Begitu juga dalam kehidupan jadikan masa lalu sebagai pelajaran jangan pernah terjebak dengan kesuksesan masa lalu.

 Banyak orang yang tidak bisa lepas dari trauma masa lalu. Padahal semuanya sudah terjadi menatap masa depan dengan berpedoman masa lalu jauh lebih baik dilakukan dalam mengarungi kehidupan.

Jadi mari memperbaiki kehidupan saat ini dengan belajar dari masa lalu kita, dengan harapan kehidupan yang baik dimasa yang akan datang.


#Day8NovAISEIWritingChallenge

Senin, 16 November 2020

PENGALAMAN TRAVELING MENJADI TULISAN

 


”Hidup adalah suatu perjalanaan, karena itu  kita harus selalu siap

akan kejutan-kejutannya yang nikmat.

Taufik Hidayat, SE,S.Si.M.Si”

 

Malam ini  kegiatan pelatihan menulis bersama omjay gelombang 16, Sudah memasuki pelatihan yang ke 19 seperti biasa kegiatan pelatihan dimulai jam 19.00 wib s/d 21.00 Wib. Tepat jam yang ditentukan bu Aam Nurhasanah sebagai moderator membuka pelatihan dengan memperkenalkan narasumber malam ini Bapak Taufik Hidayat, S.E, S.Si, M.Si. beliau adalah seorang Dosen, penulis buku sudah berkeliling 70 negara dan 5 benua.

 Ada sesuatu yang membuat saya penasaran saat membaca perkenalan pertama narasumber malam ini. Bagaimana tidak penasaran kelilling 70 negara dan 5 benua, sungguh luar biasa, disaat saya masih berhayal keliling Indonesia beliau sudah keliling dunia.

 Ternyata membaca profil beliau saya melihat profesi beliau memang berhubungan dengan penerbangan. Inilah kelebihan orang-orang yang bekerja di dunia penerbangan akan sering berkunjung ke negara lain. sama seperti pilot atau pramugari kita akan sering melihat postingan-postingan mereka setiap harinya di negara yang berbeda sungguh luar biasa.

 Namun hebatnya narasumber malam ini, beliau tidak hanya sekedar berkunjung melihat sebuah negara melainkan menulis apa yang beliau lihat di negara yang beliau kunjungi.

 Menjadi suatu hal yang istimewa karena beliau berbagi pengetahuan dengan kita yang belum berkunjung ke negara lain beliau menuangkan kedalam sebuah tulisan yang bisa kita baca seolah-olah kita juga berkunjung kesana dan menjadi sebuah ilmu yang bermanfaat bagi kita. 

Pengalaman menulis Bapak Taufik Hidayat

Begitu banyaknya tempat yang dikunjungi Pak Taufik menjadi sebuah bahan atau ide untuk dijadikan beliau tulisan. Setiap perjalanan beliau, akan beliau abadikan kedalam sebuah tulisan yang menarik. Dan dari sebuah perjalanan beliau membuat tulisan terkadang berbentuk artikel bahkan menjadi sebuah buku. 

Ilmu pertama yang kita dapat diawal pemaparan beliau tulislah setiap langkah perjalanan kita. Karena setiap tulisan mempunyai takdirnya sendiri. Beliau sendiri tidak menyangka tulisan-tulisan beliau saat ini bisa menjadi sebuah buku. 

Pengalaman melakukan perjalanan dan beliau tulis itu dimulai dari tahun 2004, ada beberapa judul buku yang sudah beliau hasilkan dari perjalanan yang beliau lakukan. Diantaranya :

1.   Mengembara ke masjid-masjid di pelosok dunia

2.   1001 mesjid di 5 benua

3.   Jejak langkah menuju baitullah tahun 2020

4.   Tamasya kemasa depan

Melihat dari buku-buku yang sudah diterbitkan Pak Taufik Hidayat, mencerminkan beliau adalah sosok yang religius. Dari sini kita bisa belajar jika ingin diberi kemudahan dan keberkahan hidup maka dekatkanlah diri kepada sang pencipta. Maka hidup kita akan penuh dengan keberkahan. 

Jadi menurut Pak Taufik agar perjalanan kita bisa menjadi sebuah artikel, sebaiknya kita dalam perjalanan melakukan hal berikut :

1.   Mengamati

2.   Membuat foto

3.   Diskusi wawancara

4.   Mencari informasi tambahan

5.   Mencari keunikan

6.   Merangkum dalam tulisan 

Itulah kebiasaan yang dilakukan Pak Taufik dalam setiap perjalanannya sehingga perjalanan beliau bisa dijadikan sebuah artikel yang nantinya bisa menjadi sebuah buku. 

Pelajaran selanjutnya yang bisa kita ambil dari narasumber malam ini jika kita berjalan atau berkunjung ke suatu tempat jangan hanya berfoto selfi dan membagikan di status media sosial saja. tetapi banyak hal yang bisa dilakukan seperti enam poin diatas yang disampaikan Pak Taufik tadi. 

Tips menulis dari Pak Taufik

Dari artikel yang dibagikan Pak Taufik setelah saya baca sangat menarik karena memadukan informasi, gambar, dan kebudayaan lokal dengan bahasa yang ada didaerah tersebut.

Menurut beliau agar tulisan kita menarik sebaiknya dalam menulis artikel saat menceritakan pengalaman travelling yang kita lakukan, sebaiknya dimuat juga beberapa foto-foto. Hal ini agar setiap orang yang membaca artikel kita bisa menikmati bagaimana keadaan yang sebenarnya, tidak hanya berbentuk tulisan saja, namun ada gambar-gambar untuk memperjelas isi tulisan tersebut. 

Dan dalam menulis beliau menyarankan kepada kita untuk menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana atau simpel namun menarik. Agar tulisan menarik memasukkan bahasa lokal sedikit-sedikit yang kita mengerti artinya. Hal ini akan menambah wawasan orang yang membaca artikel kita nantinya.

Selanjutnya bagaimana Pak Taufik menerbitkan buku, beliau mengatakan setiap artikel yang beliau tulis dengan tema yang sama beliau satukan menjadi sebuah buku. 

Hal ini pernah beliau lakukan saat mengunjungi masjid-masjid di beberapa tempat didunia. Beliau kumpulkan tulisan-tulisan atau artikel yang bertemakan masjid beliau satukan maka terbitlah buku beliau.”Mengembara ke masjid-masjid di pelosok dunia” dan buku  1001 mesjid di 5 benua”. 

Sangat beralasan mengapa beliau mengangkat tema tentang masjid di dunia. Karena kita sering mendapatkan cerita dari orang yang sudah berkunjung ke berbagai negara, mencari masjid adalah sesuatu yang sulit di luar negeri. Maka jika ada sebuah masjid hal itu sangat menjadi istimewa. Berbeda dengan di negara kita, dimana hampir disetiap tempat kita dengan mudah menemukan masjid.. Sesuatu hal yang patut kita syukuri dari negara kita tercinta ini. 

Pelajaran penting dari narasumber dalam menulis fokus terhadap satu tema akan mempermudah kita membuat sebuah buku. Dengan kata lain fokus menulis kepada apa yang kita sukai dan senangi jauh lebih mudah dalam menerbitkan buku nantinya. 

Berbagai tulisan atau artikel Pak Taufik 

Begitu banyaknya artikel dari perjalanan yang sudah dibuat Pak Taufik, tulisan-tulisan beliau akan sangat mudah kita temui diberbagai media Nasional. Taufik Uieks  begitu panggilan atau nama pena beliau dalam menulis setiap artikel. jika kita menemukan nama Taufik Uieks dalam sebuah artikel berarti tulisan tersebut ditulis oleh Pak Taufik. 

Berikut beberapa link untuk membaca beberapa tulisan Pak Taufik :

1.https://www.kompasiana.com/taufikuieks/5508ea28813311931cb1e273/menjadi-marbot-di-masjid-bawah-tanah-di-athena-lawatan-ke-masjid-masjid-di-mancanegara-10

2.   https://en.minanews.net/taufik-uieks-masjid-wander-50-countries/

3.  https://www.kompasiana.com/taufikuieks/5a40b82edd0fa828025c0293/begina-suasana-masjid-megah-nan-sepi-dengan-dua-imam-di-baku-azerbaijan

4.   https://www.kompasiana.com/taufikuieks/54f38056745513a42b6c77f2/di-brunei-belajar-bahasa-cina-gratis-loh

5.  https://www.kompasiana.com/taufikuieks/552950b96ea8341b568b45d0/cewek-matre-tidak-dapat-dibeli-dengan-dos-pesos-argentina

6.   https://www.risalahmisteri.com/detail/524/gadis-bergaun-putih-dari-buenos-aires

7.   https://www.kompasiana.com/taufikuieks/5519e38ba33311681cb65971/secangkir-kopi-untuk-perdamaian-dari-rwanda

 

kesimpulan dan penutup

Dengan pengalaman yang dibagikan narasumber malam ini banyak pelajaran yang kita ambil. Teruslah bermimpi karena setiap mimpi akan menjadi motivasi. Pak Taufik sudah membuktikan dengan mengelilingi dunia mampu membuat buku. Mudah-mudahan nantinya saya mampu membuat buku dan keliling dunia. Amin. 

Ilmu yang dibagi Pak Taufik malam ini sangat bermanfaat bagi saya penulis pemula. Ternyata menulis bisa dari berbagai sumber dan berbagai sudut pandang. Hal ini bisa menjadi tambahan motivasi dan semangat untuk terus menulis dan menerbitkan buku nantinya. Lakukan apa yang kita senangi dan senangi apa yang kita lakukan. Salam literasi.

Minggu, 15 November 2020

HIKMAH KEHIDUPAN

 Pribadi Biji Kopi







Kopi minuman Favorit berbagai kalangan baik dari kalangan tua dan muda. Kopi menjadi tren kuliner saat ini. Yang konsumen pemasarannya sangat menjanjikan. Kopi yang hitam dan terkadang pahit, sangat enak dinikmati dan mampu memperbaiki konsentrasi.  

Biji kopi yang berkualitas, akan menghasilkan warna kopi yang hitam saat diseduh dengan air panas akan memiliki cita rasa yang baik, apalagi di racik barista atau pembuat kopi profesional.

Dari proses tersebut mari kita ambil hikmah kehidupan dari kopi yang menjadi minuman favorit kita. Berikut beberapa hikmahnya :

1.     Warna kopi hitam

Warna hitam warna yang istimewa akan selalu cocok disandingkan dengan warna apapun. Warna hitam selalu netral akan menjadi pilihan dalam berpakaian.

Hikmahnya adalah jadilah pribadi yang bisa selalu ditempatkan dimana saja. mampu bergaul dengan siapa saja. dan tidak mengambil satu posisi dalam pertengkaran orang lain atau netral tidak berpihak kepada siapapun.

 

2.     Kopi baik di air panas

Air dalam temperatur yang tinggi akan baik jika dijadikan penyeduh kopi, semakin panas air yang kita gunakan akan semakin baik kopi yang dihasilkan.

Hikmahnya adalah air panas kita ibaratkan problem hidup manusia. hendaknya jika kita semakin sering mendapat masalah maka masalah itu membuat kita menjadi lebih baik karena kita belajar dari setiap kesalahan. Semakin banyak permasalahan hidup semakin berkualitas pula hidup kita.

 

3.     Kopi bernilai tinggi.

Berbagai jenis kopi akan memiliki harga yang luar biasa jika disajikan dengan racikan terbaik.  Apalagi kopi tersebut di racik barista atau pembuat kopi profesional.

Hikmahnya adalah terus belajar dan memperbaiki diri akan meningkatkan nilai diri kita. Belajar tidak mengenal usia. Jadilah profesional dalam bidang yang kita geluti.

itulah sebagian hikmah kehidupan dari biji kopi yang bisa kita jadikan pelajaran agar dalam mengarungi kehidupan kita menjadi pribadi yang lebih baik.

 

#Day7NovAISEIWritingChallenge

 

HIKMAH KEHIDUPAN

 Pribadi Seperti Lilin





Gelap disaat mati lampu, Kita terkadang membutuhkan cahaya dari sebuah benda yang praktis kita dapatkan. lilin akan dicari dan dinyalakan sebagai penerang. lilin sebuah benda yang kita nyalakan dengan membakar sumbu pada ujung atasnya, akan memberikan cahaya yang bisa membantu kita untuk melihat sekitar kita dalam keadaan gelap gulita.

Lilin yang menyala perlahan-lahan akan semakin habis meleleh menahan panasnya api yang ada pada sumbunya. Lilin akan menyala sepanjang sumbu yang ada. Jika sumbunya sudah terbakar habis maka padamlah lilin tersebut.

Lilin yang menerangi dikala kegelapan menjadi pelajaran hidup yang kita bisa ambil hikmah dari sebuah lilin.

Pelajaran yang bisa kita ambil yaitu :

1.     Lilin menerangi

Mengupayakan selalu memberikan hal-hal yang baik dalam setiap pergaulan hidup kita. Jadilah pribadi yang selalu berguna bagi orang banyak dan kita bisa membuat orang lain menjadi lebih baik. Artinya kita sebagai manusia sudah seharusnya menjadi penerang bagi lingkungan sekitar kita.

Apa yang kita miliki bisa kita manfaatkan sebagai cara untuk memperbaiki lingkungan sekitar kita baik itu manusianya maupun lingkunganya. Berbagi rezeki, berbagi pengetahuan, hal ini bisa menjadi cahaya penerangan dari diri kita.

 

2.     Lilin padam perlahan

Lilin saat menyala akan meleleh perlahan hingga akhirnya padam. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwasanya setinggi apapun jabatan kita, sebanyak apapun harta kita pada akhirnya akan hilang seiringnya kita meninggalkan dunia ini.

Maka selagi kita diberi kesempatan untuk hidup. Jadikanlah diri kita berguna bagi orang lain.  

 

3.     Berkorban untuk orang lain

Jika kita lihat lilin dia akan menerangi sekitarnya sekalipun dia akan meleleh dan mati. Hal ini mengajarkan kepada kita. Berbuat baik itu harus ikhlas mengharap balasan dari yang maha kuasa.

Terkadang kita merasa tidak adil, disaat kita membantu orang lain kita merasa harta kita akan habis. Kita hanya akan membantu orang lain disaat kita sudah berlebihan harta.

Ternyata ujian ketulusan seseorang dibuktikan saat dia menolong saudaranya walaupun dia dalam keadaan kesusahan.

Jarang orang mencapai tahapan seperti ini. Namun jika kita sudah sampai pada tahap ini, kita banyak melihat kisah, Selalu orang seperti ini diganti rezekinya dengan melimpah.

 

Mari kita ambil hikmah lilin sebagi pelajaran dalam mengarungi kehidupan. Dan pada akhirnya kita menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin baik dari hari kehari.

 

 

#Day6NovAISEIWritingChallenge

Sabtu, 14 November 2020

hikmah kehidupan

Kepribadian isi teko


Pernah melihat benda seperti gambar diatas? Saat saya makan siang tadi melihat benda ini. Saya perhatikan ternyata ada minuman dingin yang berisi didalamnya.

Benda ini namanya sering disebut ceret atau teko, lain tempat mungkin lain juga nama benda ini.

Sambil makan dan mengamati, terlintas dipikiran saya ada hikmah yang terkandung dari benda ini!

Mau tau cerita apa mari lanjutkan membaca.

Ceret atau teko wadah yang biasa digunakan menyajikan minum sebelum dituang kedalam gelas.

Teko terisi sesuai kehendak pemiliknya. Jika pemiliknya ingin mengisi kopi maka dituang keluarnya kopi. Jika diisi air putih maka keluarnya juga air putih.

Manusia juga sama seperti teko. Apa yang menjadi kepribadian orang tersebut akan terlihat dari cara dia berbicara. 

Jika isi hati seseorang baik maka yang dikeluarkan juga baik. Ibaratnya isi teko tadi jika air putih maka keluarnya juga putih.

Begitu juga sebaliknya kalau yang selalu dibicarakan seseorang itu hal-hal jelek pasti kepribadiannya juga jelek.

Sehebat apapun seseorang pasti tidak bisa membohongi kepribadiannya seperti apa.

Persis seperti teko tadi jika isinya kopi hitam keluarnya hitam. Jika air putih keluarnya juga putih.

Maka mari kita mengisi hal-hal positif pada diri kita. Agar didalam setiap pergaulan tutur kata dan sikap kita mengeluarkan sifat-sifat yang baik.

Banyak cara agar kepribadian kita semakin baik, diantaranya mendekatkan diri kepada sang pencipta selalu menjauhi apa yang dilarangnya bisa menjadikan diri kita jauh lebih baik.

Maka mulai sekarang isi "teko" kita dengan yang baik.

Demikian tulisan ini mudah-mudahan ada pelajaran yang bisa kita ambil.

Day5novAISEIWritingChallenge

Jumat, 13 November 2020

JURNALIS BERBAGI ILMU MENULIS

 


Kebutuhan setiap orang akan informasi terbaru setiap harinya, tentang problematika kehidupan mencari tahu dari berbagai media maupun dari orang lain sering kali dilakukan. Begitu pentingnya sarana informasi atau berita saat ini sehingga setiap ada acara yang menyajikan informasi atau berita terupdate akan mendapat rating paling tinggi jumlah pemirsa yang menyaksikannya.

Setiap pemberitaan ada sosok penting didalamnya. Sosok yang mengumpulkan mengolah dan menyajikan sebuah berita inilah sosok yang sering disebut wartawan atau jurnalis. Banyak jurnalis sukses yang bisa kita saksikan di berbagai media televisi yang memiliki ciri khas tersendiri dalam acaranya. Misalnya seperti Nazwa Shihab jurnalis yang terkenal dengan acara Mata Nazwanya. Adalagi wartawan senior Karni Ilyas acaranya juga saat ini sering disaksikan sebagian besar penikmat siaran televisi yaitu acara Indonesia Lawyer Club.

Hal ini menandakan begitu luar biasanya profesi wartawan atau jurnalis. Dalam pelatihan menulis malam ini Omjay selaku penggagas kegiatan ini menghadirkan seorang narasumber dari kalangan jurnalis atau wartawan. Nur Aliem Halvaima, SH, MH.  Atau sering di panggil Nur Terbit, Salah satu wartawan senior saat ini akan berbagi pengalaman bagaimana menjadi penulis yang baik.

Profil narasumber

Nur Aliem Halvaima, SH, MH. Nama pena dan media sosial adalah Nur Terbit. Anak ke-3 dari 7 bersaudara pasangan Haji Muhammad Bakri Puang Boko - Hajjah Sitti Maryam Puang Mene. Tahun 2015 beliau menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Jakarta, program S2 ilmu hukum dengan tesis "Pola Pemberian Upah Untuk Kesejahteraan Wartawan Media Cetak di Provinsi DKI Jakarta". Sedang S1 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Syari'ah dan Hukum. Sementara Sarjana Muda di IAIN Alauddin Makassar.

Lahir dan besar di Sulawesi Selatan mengenyam pendidikan sampai memperoleh gelar sarjana muda. Namun sekitar tahun 1980 pindah dan menetap di Jakarta melanjutkan pendidikan. Disamping berkuliah beliau sudah aktif menjadi seorang wartawan.

Pengalaman dan prestasi menjadi wartawan

Bapak Nur Terbit menjalani profesi wartawan daerah di Makassar sejak masih kuliah, berlanjut jadi koresponden Harian Terbit (Pos Kota Grup) di Sulawesi Selatan. Tahun 1984 hijerah ke Jakarta bergabung jadi reporter kemudian redaktur. Tahun 2014 saat koran tempatnya bekerja "dijual", Nur pensiun dini tapi tetap menulis dan jadi redaktur media online www.possore.com sampai saat ini.

Pengalaman jurnalis Nur sebagai pemegang kartu Wartawan Utama dari Dewan Pers - PWI Pusat ini, antara lain : Wartawan/Editor Surat Kabar Harian Terbit (Pos Kota Grup) 1980-2014. Pemred Vonis Tipikor versi  majalah dan online 2014-2017. Pemred Corong versi majalah dan online 2019-2020. Pemred Telescope versi majalah dan online 2020. Redaktur Eksekutif Possore.com 2015 s/d Sekarang. Redaktur/Admin tamu sejumlah media online, majalah, tabloid 2014 s/d sekarang.

Begitu banyak prestasi menulis yang sudah beliau peroleh. prestasi menulis tersebut diantaranya : Dua kali berturut-turut Juara Lomba Menulis Artikel Bertema Pramuka antar wartawan dan Umum Tingkat Nasional 2011 dan 2013, yang digelar Kwarnas Pramuka. Juara Lomba Menulis Pengalaman Mudik Asyik Republika Online. Juara di beberapa lomba menulis blog antara lain: Online Shop Kudo, Lomba Menulis Puisi Spontan Pedas, Lomba Blog Teacher Writing Camp IGI Bekasi, Smartphone Oppo, Dompet Duafa, Asuransi Raksa Online, Online Shop Shofie Martin, Restauran Bebek Kaleyo, BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir), Tokoh Populer, Suara Konsumen.

Di tengah kesibukan beliau yang begitu padat, beliau masih menjadi seorang blogger yang masih sempat menulis di blog pribadi www.nurterbit.com, Kompasiana, Kumparan, Viva, Blogdetik, PepNews, Tokoh Populer, Suara Konsumen, Risalah Misteri, Terbitkan Buku Gratis, bahkan aktif membuat konten video di channelnya YouTube.com/nurterbit. Tahun 2019 dan Bapak Nur Terbit juga Pernah meraih Juara Utama Lomba Video YouTube Asuransi Mobil Raksa Online.


 


Berbekal pendidikan formal dan pengalamannya meliput berita hukum selama jadi wartawan, Bapak Nur juga sesekali bersidang mendampingi kliennya di pengadilan sebagai lawyer (pengacara).  

Ada beberapa Buku yang sudah beliau terbitkan diantaranya Buku "Wartawan Bangkotan" adalah karya kedua Bapak Nur mengenai dunia pers. Sebelumnya kumpulan tulisannya "Lika-Liku Kisah Wartawan" diterbitkan PWI Pusat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020.

Awal Mula Bapak Nur mengenal dunia menulis

Ayah beliau yang bekerja di dinas P dan K atau saat ini Dinas Pendidikan mempunyai tugas membagikan buku Inpres namanya. Kesetiap daerah yang menjadi wilayah kerja ayah beliau. berbagai jenis buku bacaan, pelajaran, dongeng, cerita petualangan, Termasuk majalah anak-anak Si Kuncung, saat ini mungkin yang masih bisa kita ingat majalah Bobo dan yang sejenisnya.

Dari sinilah awal mula Bapak Nur Terbit terbiasa membaca buku-buku. Dimana kemudian membaca tersebut sangat berguna  pada kehidupan beliau selanjutnya saat mulai belajar menulis

Menurut beliau  untuk mahir menulis harus banyak membaca. minimal membaca ulang tulisan sendiri dari membaca kita bisa menilai dimana kekurangannya, ejaannya dan lain sebagainya.

Sejak berskolah di Sekolah Dasar (SD). Beliau mulai berani mengirim tulisan ke bAmedia, tepatnya di koran daerah tempat saya tinggal di Makassar. Ada koran Pedoman Rakyat (PR), koran tertua di Makassar, bahkan se Indonesia Timur.

Tulisan yang beliau kirim masih bertema yang ringan sesuai usia pelajar Sekolah Dasar. Terkadang beliau juga sering menulis  Puisi Anak, Cerita Anak, bahkan ngirim gambar di rubrik Anak.

Rasa bangga beliau rasakan ketika pertama kali tulisan beliau dimuat di koran. Yang lebih membanggakan lagi saat mendapatkan honor dari koran yang masa itu dikirim melalui via wesel pos.

Hal inilah yang mengawali beliau berani menulis di koran, Setelah tulisan berani dikirim ke koran dan dimuat, Pak Nur mulai tambah berani ikut lomba menulis. Beberapa kali beliau mewakili sekolah untuk lomba menulis antarsekolah dan Alhamdulillah selalu tulisan beliau memenangkan perlombaan.

Setelah bergabung di Harian Terbit koran harian bagian dari Pos Kota ditahun 1984, disinilah bakat menulis beliau ditekuni dengan serius. Berbagai bentuk tulisan beliau pelajari dari menulis opini, cerpen, cerita bersambung dan berbagai tulisan lainnya beliau pelajari.

Sejak tahun 2014 yang lalu Pak Nur sudah pensiun menjadi wartawan surat kabar. Dan kesibukan beliau setelah pensiun beliau rajin menulis blog, menulis di kompasiana, aktif menulis FB dan twitter dan membuat konten di youtube.

Dari sekian banyak tulisan beliau, ide yang tertulis beliau kumpulkan dan beliau jadikan sebuah buku. Buku dengan judul “wartawan bangkotan” menjadi buku terbaru yang sudah beliau terbitkan.

Sekilas tentang dunia jurnalistik

Sebagai seorang wartawan senior banyak pengalaman yang sudah Bapak Nur dapatkan. dalam kesempatan ini beliau akan berbagi sedikit tentang dunia yang menjadi tempat beliau bekerja yaitu bidang jurnalistik.

Dalam dunia jurnalistik Menulis berita, peristiwa, laporan pandangan mata dari lapangan. Hal ni sering disebut reportase. Reportase yang diliput seorang wartawan akan dikirim Secara tertulis ke kantor redaksi koran/media dalam liputan tersebut biasanya dilengkapi foto dari Tempat Kejadian Perkara atau TKP.

ada perbedaan pola penulisan berita di koran atau media dengan menulis bebas untuk artikel di media,  dan juga sangat berbeda dalam menulis untuk karangan ilmiah, skripsi, makalah, tesis atau disertasi.

Penulisan yang dilakukan di media, biasanya ada format atau standar baku, yakni berita tidak boleh atau dilarang memasukkan opini penulisnya atau wartawannya. Namun jika wartawan ingin menyampaikan pendapat, gagasan, pemikiran, boleh saja. Ada tempat khusus yakni opini, artikel, disini boleh memasukkan ide pribadi penulis. Dikoran-koran rubrik artikel biasanya sudah disiapkan, baik koran, majalah, tabloid, dan lain-lain.

Biasanya yang melakukan penulisan tersebut adalah seorang wartawan, tetapi rubrik opini ini bisa diisi oleh penulis dari luar redaksi. Maksudnya pembaca, sesuai kehalian dan bidang yang dikuasainya. Untuk penulisan artikel dan sejenisnya, ada kompensasi dari redaksi media tersebut, berupa honorarium yang besarnya tergantung kemampuan media yang bersangkutan.

Saat ini media besar seperti Kompas, Majalah Tempo, Republika, Media Indonesia dan beberapa majalah menerapkan standar honor. Jika dilakukan dengan serius honor yang didapatkan sangat menjanjikan.

Saat ini media cetak menghadapi tangtangan terhadap keberlangsungannya. Dikarenakan koran cetak saat ini kurang diminati karena munculnya berbagai media digital. Sebagian sudah ada yang tidak aktif lagi dan tergusur sampai gulung tikar atau tutup.

Kini era berganti dengan dunia online, hal ini di satu sisi mengurangi pasar media cetak, namun sisi yang lain membuka peluang baru sebagai netizen, atau citizen jurnalism. Media Informasi pun makin banyak pilihan. Muncul media-media online baru yang kesemuanya bisa kita akses melalu handphone saja.

Tips menulis dari Pak Nur Terbit

Syarat utama menjadi seorang penulis adalah minat baca yang tinggi. dengan banyak membaca kita akan mendapatkan manfaat sepert :

1.   Memperkaya perbendaharaan kata

2.   Belajar Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

3.   Menambah wawasan, terutama bagamana format menulis: belajar menyusun pragrraf, huruf sambung dan hal penting lainnya seputar tulisan.

Manfaat lain yang kita dapatkan dengan sering membaca, dan banyak membaca tulisan orang lain,.kita belajar style (gaya) penulisan orang. Kita bisa.tiru untuk kemudian akan muncul Gaya khas kita sendiri.

Walaupun meniru itu diperbolehkan tetapi meniru 100 persen tulisan orang sepenuhnya, tidak diperboleh karena ini bisa dikatakan plagiat atau menjiplak hasil karya orang lain.

Untuk menghindari tulisan kita dikatakan menjiplak atau plagiat tips 3D dari Pak Nur berikut cocok dilakukan :

1.   Tulislah yang Dialami sendiri,

2.   Tulislah yang  Disukai,

3.   Tulislah yang Dikuasai

Selain beberapa tips yang sudah disebutkan. Untuk memperkaya wawasan kita sebagai tabungan ide untuk menulis sebaiknya kita Rajin baca, nonton TV/film, dengar radio. Ini baik dilakukan terutama penulis yang bergenre fiksi.

Cara memunculkan ide dan menulis banyak hal bisa dilakukan diantaranya tips berikut akan menambah semangat kita untuk menulis :

1.    PDLS = Peka Dengan Lingkungan Sekitar (KEPO)

2.   TBTO = Terus Belajar atau Baca (dari) Tulisan Orang

3.   TLMM = Terus Latihan Menulis di Media (Medsos)

Kesimpulan dan penutup

Dari kisah perjalanan hidup Pak Nur dibidang tulis menulis yang menghantarkan beliau menjadi seorang jurnalis. Banyak ilmu yang kita dapatkan kemauan menulis harus terus kita tanamkan. Jika boleh menggunakan kata memaksa menulis memang harus kita paksakan.

Dari pengalaman yang sudah diceritakan semua hal yang dilakukan memang harus kita awali denga hal yang kecil. Jangan terlalu cepat ingin menjadi penulis hebat tapi kita tidak mau mengikuti prosesnya.

Memulai menulis dan banyak membuka wawasan dengan membaca menjadi modal dasar kita untuk menulis terlebih lagi seorang guru yang selalu dihadapkan dengan buku-buku dan tulisan-tulisan.

Kiranya hasil resume ini bisa menambah ilmu bagi yang membaca terlebih lagi yang ingin menekuni dunia tulis menulis. Terima kasih kepada Bapak Nur Aliem Halvaima, SH, MH sebagai narasumber yang sudah berbagi ilmu malam ini dan begitu juga Ibu Aam Nurhasanah selaku moderator yang sudah mengendalikan acara dengan baik. Salam literasi.

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

  BUDI IDRIS S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara Jurnal Refleksi Dwi tayangan Modul ...