Selasa, 25 Oktober 2022

Demontrasi Kontekstual - Modul 3.1 "Metode Pengambilan Keputusan"

 

LEMBAR HASIL WAWANCARA PERTAMA DENGAN KEPALA SMA NEGERI 2 KOTAPINANG TENTANG PENGAMBILAN KEPUTUSAN DILEMA ETIKA


IDENTITAS RESPONDEN :

NAMA                         : Drs. SINDAK LUMBANRAJA

NIP                              : 19640103 199103 1 007

UNIT KERJA               : SMA NEGERI 2 KOTAPINANG

JABATAN                   : KEPALA SMA NEGERI 2 KOTAPINANG

IDENTITAS PEWAWANCARA :

NAMA                         : BUDI IDRIS S.Pd

NIP                              : 19850401201402 1 004

UNIT KERJA               : SMA NEGERI 2 KOTAPINANG

JABATAN                   : GURU

HASIL WAWANCARA

Budi   : Apa Kabar pak ?

Sindak : Sehat pak, Bapak bagaimana kabarnya ?

Budi   : Alhamdulillah sehat juga pak.

Sindak : Apa kira-kira yang mau dibicarakan ini pak ?

Budi   : Ada yang mau ditanyakan pak, terkait permasalahan yang bapak hadapi selama menjadi Kepala Sekolah tentang dilema etika. Pernah kah bapak mengalaminya ?

Sindak : Kalau mengalami masalah yang berkaitan dengan dilema etika, tentu banyak pak. Tapi saya akan menceritakan satu permasalahan saja.

Budi   : Ia pak, kita bicarakan satu permasalahan saja, sampai pengambilan keputusan dari masalah dilema etika itu ya pak.

Sindak : Pernah suatu ketika saya memiliki guru di sekolah yang saya pimpin,sebut saja Namanya ibu Indah sering tidak masuk kelas karena masalah kesehatan. Sewaktu sehat beliau guru yang rajin mengajar. Ketika kesehatannya terganggu beliau sampai berbulan-bulan tidak masuk kelas karena penyakitnya yang cukup serius, sehingga siswa tidak belajar bahkan sampai waktu ujian tengah semester. Ini menjadi dilema bagi saya sebagai kepala sekolah karena jika sang guru terus-terusan saya berikan izin tidak masuk karena masalah Kesehatan maka siswa tidak belajar mata pelajarannya. Namun jika saya memaksakan beliau untuk datang ke sekolah mengajar murid-murid maka dikhawatirkan penyakitnya semakin parah.

 Budi   : Dari kasus yang bapak ceritakan tadi, sudah adakah penyelesaiannya ?

Sindak : Sudah. Saya sudah mengambil keputusannya.

Budi   : Seperti apa keputusannya pak?

Sindak : Jadi keputusannya bu Indah digantikan oleh seorang guru lainnya mengajar di kelasnya selama dia belum bisa mengajar.

Budi   : Bagaimana Langkah-langkah bapak dalam mengambil keputusan seperti itu ?

Sindak : Awalnya saya menghubungi bu Indah untuk menanyakan solusi dari permasalahan itu sambil menanyakan perkembangan kesehatannya. Dari komunikasi kami, bu Indah setuju mencari pengganti sementara beliau selama beliau belum bisa mengajar karena sakit. Saya menawarkan guru yang jam pelajarannya sedikit untuk menggantikan jam pelajaran bu Indah. Dengan demikian bu Indah bisa konsentrasi untuk mengobati penyakitnya dan murid-murid juga mendapat pelajaran.

Budi   : Menurut Bapak, siapa saja yang bapak libatkan dalam menyelesaikan masalah ini ?

Sindak : Saya berkonsultasi dengan wakil kepala sekolah, khususnya wakasek bidang kurikulum untuk mencari solusi dari

masalah ini.

Budi   : Menurut Bapak, apakah keputusan yang Bapak ambil sudah tepat ?

Sindak : Menurut saya sudah tepat, karena dengan solusi seperti ini semuanya berjalan dengan lancar.

Budi   : Terima kasih pak, sudah ingin diwawancarai dan berbagi pengalaman tentang permasalahan dilema etika yang pernah bapak alami.

Sindak : Sama-sama Pak.

ANALISIS PRAKTIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DILEMA ETIKA

1.       Paradigma dilema etika

Keadilan lawan rasa kasihan. Karena dari kasus di atas pak Kepala Sekolah memiliki rasa kasihan terhadap bu Indah yang sedang dalam keadaan sakit namun satu sisi pak Kepsek juga ingin murid-murid mendapatkan keadilan yaitu belajar mata pelajaran yang diampu bu Indah

2.       Prinsip.

Berpikir Rasa peduli. Karena pak Kepala sekolah peduli dengan ibu Indah yang fokus untuk penyembuhan penyakitnya, namun tetap memikirkan bagaimana murid-murid tidak dirugikan dengan tidak belajar

3.       9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.


Me   Mengenal nilai-nilai yang saling bertentangan : Kebenaran, keadiilan dan kemanusiaan

·         Menentukan siapa yang terlbat dalam situasi ini : Kepala Sekolah, Wakasek dan Guru

·         Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini :

-   Siswa tidak belajar salah satu mata pelajaran sampai Ujian Tengah Semester

- Guru izin tidak masuk sekolah karena masalah Kesehatan

·                              - Pengujian Benar/Salah:

Uji Legal                : Tidak ada unsur pelanggaran hukum

o   Uji Regulasi           : Tidak ada pelanggaran kode etik

o   Uji Intuisi               : Ibu Indah ingin sehat seperti biasa agar bisa mengajar murid-murid

o   Uji Publikasi          : Tidak masalah jika dipublikasikan

o   Uji Panutan/Idola   : Mencari pengganti sementara ibu Indah mengajar di kelas

Pe   Pengujian paradigma benar vs benar : Rasa Keadilan VS Rasa Kasihan

Kepala Sekolah benar meminta bu Indah untuk digantikan dengan guru lain dan benar memberikan izin tidak masuk ke sekolah kepada bu Indah dalam masa pengobatannya.

·         Melakukan Prinsip Resolusi : Berpikir Berbasis Rasa Peduli

·         Investgasi Opsi Trilemma :Memberikan dispensasi kepada bu Indah untuk mencari penggantinya dan murid-murid tetap belajar.

·         Keputusan :Mencari pengganti bu Indah untuk mengajar murd-muridnya di kelas

·         Lihat lagi keputusan dan refleksikan : Keputusan yang diambil adalah mengganti sementara bu Indah sehingga murid-murid biisa belajar. Sekiranya saya menjadi pak kepala sekolah maka saya juga akan melakukan hal yang sama.


LEMBAR HASIL WAWANCARA KEDUA DENGAN KEPALA SMA NEGERI 2 TORGAMBA

TENTANG PENGAMBILAN KEPUTUSAN DILEMA ETIKA

 

IDENTITAS RESPONDEN :

NAMA                         : JONSON MANURUNG, M.Pd

NIP                              : 198002142010011012

UNIT KERJA               : SMA NEGERI 2 TORGAMBA

JABATAN                   : KEPALA SMA NEGERI 2 TORGAMBA

IDENTITAS PEWAWANCARA :

NAMA                         : BUDI IDRIS S.P,d

NIP                              : 19850401 201402 1 004

UNIT KERJA               : SMA NEGERI 2 KOTAPINANG

JABATAN                   : GURU

HASIL WAWANCARA

Budi   : Apa Kabar pak ?

Jonson : Sehat pak, Bapak bagaimana kabarnya ?

Budi   : Alhamdulillah, sehat juga pak.

Jonson : Apa cerita ini pak?

Budi   : ia pak, ada yang mau ditanyakan ini pak.

Jonson : Silahkan pak.

Budi   : Pernah tidak bapak mengalami masalah dilema etika sebagai pemimpin pembelajaran ?

Jonson : Tentu selama menjadi Kepala Sekolah banyak mengalami masalah pak yang berkaitan dengan dilema etika. Tapi saya akan menyampaikan salah satu nya saja pak.

Budi   : Ia pak.

Jonson   : Saya memiliki seorang guru yang selalu melaksanakan tufoksi nya dengan baik. Sebut saja namanya pak Hendra beliau selalu datang tepat waktu dan hampir tidak pernah meninggalkan kelasnya. Suatu ketika pak Hendra permisi tidak masuk ke sekolah karena membawa anaknya berobat. Ketika beliau tidak hadir pada hari itu pula pak pengawas datang ke sekolah untuk mensupervisi kelas pak Hendra. Pak Kepala Sekolah menyampaikan pada pak pengawas bahwa pak Hendra sedang membawa anaknya berobat. Namun pak pengawas menyatakan bahwa sebelumnya supervisi terhadap pak Hendra sudah terjadwal, dan harus melaporkan hasil supervisi ke kantor Dinas Pendidikan. Permasalahan ini menjadi sebuah dilema bagi saya pak.

Budi     : Jadi bagaimana cara penyelesaianya pak ?

Jonson   : Saya meminta kepada pak Pengawas agar pak Hendra digantikan dengan guru lain untuk disupervisi. Namun masalahnya guru lain belum mempersiapkan diri untuk disupervisi. Terutama persiapan mental. Kalua administrasi pembelajaran semua guru sudah dipersiapkan sebelumnya.

Budi     : Apakah pak pengawas menyetujuinya? Dan Bagaimana penunjukan guru lain untuk menggantikan pak Hendra pak ?

Jonson   : Pak pengawas bisa menerima alasan yang saya sampaikan. Untuk pengganti pak Hendra saya memanggil guru lain yang sama mata pelajarannya dengan pak Hendra dan saya motivasi untuk semangat dan percaya diri. Walaupun  guru yang bersangkutan menyebutkan bahwa pak Hendra adalah guru senior, beliau takut penilaian di supervisi tidak sesuai harapan sekolah. Namun saya terus memberikan semangat dan motivasi.

Budi     : Menurut bapak, siapa saja yang bapak libatkan dalam menyelesaikan masalah ini ?

Jonson   : saya melibatkan paka pengawas, wakil kepala sekolah, dan Bapak/Ibu Guru untuk dikonsultasikan.

Budi     : Menurut bapak, apakah keputusan yang bapak ambil sudah tepat.

Jonson   : ya pak, sudah tepat.menurut saya. Karena pak Hendra juga bisa tenang mengobati anaknya dan pak pengawas juga tidak merasa kecewa.

Budi     : terima kasih pak sudah berkenan diwawancari masalah dilema etika yang pernah bapak alami sebagai pemimpin pembelajaran.

Jonson   : sama-sama pak Budi.

ANALISIS PRAKTIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DILEMA ETIKA

1.       Paradigma dilema etika

Kebenaran lawan Kesetiaan. Karena dari kasus di atas pak Kepala Sekolah memiliki kesetiaan terhadap pak Hendra yang seharusnya disupervisi pengawas, namun pak Kepala Sekolah berkomunikasi dengan pengawas untuk mencari pengganti pak Hendra

2.       Prinsip.

Berpikir Rasa peduli. Karena pak Kepala sekolah peduli dengan Pak Hendra yang fokus untuk membawa anaknya berobat, namun tetap memikirkan bagaimana supervise dari pengawas tetap berjalan sesuai jadwal dan mata pelajaran.

3.       9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.

·         Mengenal nilai-nilai yang saling bertentangan : Kebenaran, keadiilan dan kemanusiaan

·         Menentukan siapa yang terlbat dalam situasi ini : Kepala Sekolah, Pengawas, Wakasek dan Guru

·         Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini :

o   Pengawas ingin melakukan supervisi kepada pak Hendra sesuai jadwal yang disepakati

o   Guru izin tidak masuk sekolah karena membawa anaknya berobat

·         Pengujian Benar/Salah:

o   Uji Legal                : Tidak ada unsur pelanggaran hukum

o   Uji Regulasi           : Tidak ada pelanggaran kode etik

o   Uji Intuisi               : Pak Hendra ingin hadir ke sekolah untuk supervisi, namun anaknya sakit

o   Uji Publikasi          : Tidak masalah jika dipublikasikan

o   Uji Panutan/Idola   : Mencari pengganti pak Hendra untuk disupervisi

·         Pengujian paradigma benar vs benar : Kebenaran VS Kesetiaan

Kepala Sekolah benar meminta kepada pengawas agar pak Hendra digantikan dengan guru lain dan benar memberikan izin tidak masuk ke sekolah kepada pak Hendra karena membawa anaknya berobat.

·         Melakukan Prinsip Resolusi : Berpikir Berbasis Rasa Peduli

·         Investgasi Opsi Trilemma :Memberikan dispensasi kepada pak Hendra, dan mencari pengganti pak Hendra untuk disupervisi pengawas.

·         Keputusan :Mencari pengganti pak Hendra untuk disupervisi pengawas sesuai jadwal yang ditentukan

·         Lihat lagi keputusan dan refleksikan : Keputusan yang diambil adalah tetap melaksanakan supervisi kelas dengan mencari pengganti pak Hendra. Sekiranya saya menjadi pak kepala sekolah maka saya juga akan melakukan hal yang sama.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

  BUDI IDRIS S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara Jurnal Refleksi Dwi tayangan Modul ...