Senin, 30 November 2020

Gak Boleh Cengeng!



Cengeng bahasa lain terlalu mudah bersedih, bersedih dengan meratapi sesuatu yang terkadang hal itu tidak kita inginkan terjadi yang menimpa diri kita 

Banyak yang bersedih karena putus cinta, menangis tak semangat untuk melakukan apapun, dunia terasa runtuh di saat dia pergi meninggalkan kita tanpa ada rasa perduli. 

Suatu hal yang sangat berbahaya jika hal ini terus kita pelihara. Stop untuk memupuk perasaan cengeng dalam diri kita. Berhenti memutar lagu-lagu sedih. Melihat film-film cerita sedih. Sudah terlalu lama kita pelihara sifat jelek cengeng pada diri kita.

Mari kita jadi manusia yang selalu optimis disaat orang yang kita sayangi pergi, jangan menangis tapi beri bukti dia salah meninggalkan kita.

Jangan jadi generasi yang cengeng yang selalu mengeluh dalam menghadapi sesuatu. Terus meratap tidak akan merubah keadaan. Mari melihat peluang dari setiap kesempatan. Mari mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Kalau diri kita mau maju, bangsa kita mau lebih baik. Mari kita ciptakan generasi yang optimis bukan generasi yang pesimis. Terus berjuang kita tidak boleh cengeng.


#Day28NovAISEIWritingChallenge


Hadapi Dengan Senyuman



Hadapi dengan senyuman lirik lagu yang terkenal yang pernah dinyanyikan grup band dewa 19. Lagu yang syarat makna dan liriknya penuh kalimat sakti menghipnotis para pendengarnya.

Hadapi dengan senyuman, apa yang terjadi, biar terjadi, hadapi semua dengan tenang jiwa semua akan baik-baik saja. 

Dalam kehidupan nyata lirik lagu ini sangat perlu untuk kita terapkan. Pernah dalam satu kesempatan saya melihat kejadian dua mobil tanpa sengaja bersenggolan. Salah satu sopir mobil keluar dengan gestur biasa dan memberi senyum dan berkata kita lagi naas. Senyuman tadi memberi kenyamanan diantara dua belah pihak. Dan memunculkan solusi yang tepat dalam penyelesaian.

Dalam kesempatan yang lain, kejadian yang sama terjadi antara bus dan truk bersenggolan dijalan raya, dengan emosi tak terkontrol supir bus turun dengan membawa kunci roda tanpa basa basi memukul supir truk tadi yang membuat persoalan semakin runyam. supir yang memukul masuk kantor polisi mempertanggung jawabkan perbuatannya, disisi lain supir yang kena pukul masuk rumah sakit mendapat perawatan yang menyita waktu berbulan-bulan.




Hal yang tidak baik tadi mungkin tidak akan terjadi jika kedua belah pihak menghadapi itu dengan senyuman.

Terasa aneh dan lucu jika sebuah persoalan kita menghadapi dengan senyuman, aneh memang namun ini cara terbaik meredam emosi kita yang terkadang tidak terkendali.

Persoalan jika dihadapi dengan amarah tidak akan pernah menyelesaikan masalah, justru akan memberi asupan berbahaya terhadap diri kita. Ibarat bara api yang terus kita beri kayu kering akan semakin berkobar dan membakar.

Mari kita hadapi segala persoalan dengan senyuman karena dibalik senyuman ada kekuatan untuk menenangkan jiwa kita.


#Day27NovAISEIWritingChallenge

Cintai Aku Karena Allah



Dalam setiap proses yang terjadi dimuka bumi ini, sepenuhnya atas kehendak Allah sang maha pencipta alam semesta.

Kita dan pasangan kita dipertemukan atas kehendak Allah sang maha agung, dia yang mengetahui bagaimana sesuatu yang kita inginkan.

Jadi alangkah sombongnya kita jika apa yang Allah sudah pilihkan kepada kita masih saja kita anggap kurang sempurna.

Terlalu bodoh rasanya jika ada pasangan yang memuliakan perdebatan berhujung pertengkaran terkadang sampai kejenjang perpisahan.

Apa yang kita inginkan belum tentu cocok dan sesuai dengan kita namun apa yang Allah berikan itulah yang pantas untuk kita.

Bersyukur dan mencintai karena Allah akan menguatkan ikatan tali cinta. Jika segalanya sudah berlandaskan atas cinta maka rumah tangga akan semakin indah.

Mencintai lah karena Allah karena dia yang maha tau dan mampu membolak-balikkan hati manusia. Tiada cinta yang sempurna maka mencintailah karena Allah yang maha sempurna.


#Day26NovAISEIWritingChallenge

Matahari dan orang tua





Matahari selalu bersinar di setiap pagi, dan tenggelam di sore hari. Begitulah seterusnya matahari terbit dan tenggelam menyinari bumi. 

Akibat begitu seringnya matahari terbit hampir setiap hari, kita terkadang lupa betapa pentingnya dia. Matahari selalu disiplin tidak pernah terlambat atau terbit lebih cepat. Tanpa kita meminta sinarnya dia akan datang dengan sendirinya.

Mari kita coba membayangkan jika matahari tidak pernah ada, apa kira-kira yang akan terjadi di muka bumi ini. Mungkin saja kehidupan tidak ada.

Matahari itu persis seperti orang tua kita. Memberikan kasih sayang setiap hari tanpa kita meminta. Terkadang akibat seringnya kasih sayang orang tua kita lupa dan menganggap semuanya biasa. Bayangkan jika orang tua kita tidak pernah ada mungkin kita juga tidak ada.

Begitu pentingnya matahari sama persis pentingnya orang tua bagi kita. Jangan pernah menyia-nyiakan orang tua karena kehidupan tidak pernah berputar kembali. 

Orang tua tidak pernah meminta apa yang telah diberikannya kepada kita, seperti sinar mentari yang menyinari bumi tak pernah diminta untuk kita kembalikan manfaat sinarnya.

Berbakti kepada orang tua sungguh amalan yang sangat besar pahalanya, surga ganjarannya. hal ini pula yang membuat setan selalu menggoda kita. Kadang lengah tak perduli kepada orang tua kita.

Kelak mereka tiada Harta benda jadi petaka, ahli waris yang selalu serakah. Mari muliakan ayah dan bunda karena tanpa mereka kita tiada.


Day25NovAISEIWritingChallenge

Jumat, 27 November 2020

Hikmah Kehidupan

Belajar dari telur



Siang tadi aktivitas jum,at ini begitu padat, mulai dari pagi bekerja siang shalat berjamaah lanjut ziarah kubur dan terakhir menghadiri resepsi pernikahan.

Dalam menghadiri acara resepsi pernikahan salah satu saudara tadi siang, acara dilangsungkan dengan adat Mandailing. 

Adat Mandailing beberapa waktu yang lalu sempat populer karena anak Bapak presiden melakukan pernikahan dengan seorang warga Sumatera Utara yang bersuku Mandailing.

Pesta pernikahan yang berlangsung di Medan dilaksanakan dengan adat Mandailing, pasti semua masih ingat momen-momen itu.

Mangupa-upa salah satu tradisi dalam acara pernikahan yang bertujuan memberikan nasehat-nasehat kepada kedua mempelai yang diberikan seluruh rumpun keluarga.

Dalam tradisi ini ada hidangan yang di siapkan, seperti telur ayam direbus, pulut, ayam dimasak utuh Dan lain-lain.

Semua hidangan memiliki makna dalam kehidupan, dalam tulisan kali ini saya hanya akan fokus ke salah satu hidangan yaitu telur rebus.

Apa makna atau hikma yang bisa kita ambil dari telur, kalau kita lihat komponen pembentuk telur terdiri dari cangkang, putih telur dan kuning telur.

Jadi hikmah yang terkandung pernikahan suami dan isteri kiranya dalam mengarungi hidup seperti telur si isteri kuning telur yang selalu dilindungi si suami putih telur, seperti itulah perumpamaan makna telur tadi. 

Kuning dan putih telur akan selalu menyatu, seperti hubungan suami isteri dalam ikatan rumah tangga yang kuat.

Rumah tangga kita ibaratkan cangkang telur yang kokoh menyatukan antara kuning dan putih telur.  

mungkin tulisan ini bisa menambah pengetahuan, dan yang paling penting kita terus menjaga tradisi adat dan kebudayaan kita. 

Mudah-mudahan tradisi ini bisa terus ada dan dilestarikan ke generasi penerus bangsa.


Day24NovAISEIWritingChallenge

Kamis, 26 November 2020

Kualitas pendidikan dan Kesejahteraan Guru



Dalam suasana hari guru, cerita tentang guru masih hangat diperbincangkan. Baik dari kalangan guru sendiri maupun pejabat tinggi negeri ini!

Cerita tentang guru memang menjadi topik hangat yang diperbincangkan, mengingat begitu besarnya jumlah guru diseluruh penjuru negeri ini.

Guru sebagai ujung tombak perubahan bangsa kearah yang lebih baik. Menjadi suatu hal yang sangat penting jika profesi guru menjadi prioritas utama untuk dijadikan sasaran perbaikan.

Kesejahteraan guru menjadi hal yang sangat penting untuk ditinjau kembali dan sudah saatnya langkah-langkah terbaik dilakukan pemangku jabatan untuk mengadakan perubahan-perubahan wujud nyata perbaikan kesejahteraan guru.

Saat ini selain gaji yang sudah ditetapkan masih ada tunjangan sertifikasi yang diterima oleh guru. Namun semuanya belum sepenuhnya memperoleh sehingga mempertajam ketimpangan dan menambah kecemburuan sosial dikalangan pendidik.

Jika kita belajar dari negara Finlandia yang pengelolaan pendidikannya terbaik didunia fokus utama yang mereka lakukan memperbaiki kesejahteraan guru.

Ide gila ini mungkin cocok untuk dicoba, saatnya guru diberikan gaji terendah minimal 20 juta rupiah, perbulannya dan akan terus meningkat seiring prestasi yang diberikannya.

Untuk mendukung hal ini pendidikan keguruan diadakan seleksi ketat untuk masuk menjadi mahasiswanya. Peringkat terbaik dan memiliki prestasi yang boleh menjadi guru.

Jika hal ini konsisten dilakukan profesi guru bisa menjadi profesi pilihan nomor satu di Indonesia. Akan banyak yang berminat ingin jadi guru. Seleksi alam akan berbicara siapa yang terbaik dia yang berhak memasuki fakultas keguruan.

Dalam beberapa waktu yang akan datang guru-guru yang sudah selesai pendidikannya dan melalsanakan pengabdiannya akan memunculkan siswa-siswa yang berprestasi pula.

Dan pada akhirnya harkat dan martabat guru akan meningkat. Dan profesi guru tidak dipandang sebelah mata. 

Tidak seperti saat ini, guru dijadikan profesi pilihan terakhir jika seseorang ingin memasuki jenjang perkuliahan. Dan banyak yang tersesat yang sebelumnya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang guru.

Saatnya profesi guru mendapat perhatian yang lebih agar tidak terjadi seperti saat ini banyak tuntutan dari guru. Yang secara terus menerus menjadi persoalan yang tak kunjung bisa diselesaikan.

Mudah-mudahan hayalan saya ini segera menjadi kenyataan. Amin.


Day23NovAISEIWritingChallenge

Rabu, 25 November 2020

Hari Guru Euforia dan Muhasabah



Hari ini tepat tanggal 25 Nopember 2020, menjadi momen bahagia bagi para insan guru di seluruh penjuru tanah air. Momen peringatan hari guru yang diperingati setiap tanggal 25 Nopember setiap tahunnya.

Berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini peringatan hari guru  kurang begitu meriah dalam pelaksanaannya. Karena bertepatan dengan adanya wabah virus covid 19 yang kita tidak tahu sampai kapan hilangnya.

Seluruh media sosial diramekan dengan ucapan hari guru, setiap orang mengirim pesan wa kepada guru-gurunya walau hanya sekedar ucapan selamat saja.

Ada juga sebagian guru mengadakan kegiatan sederhana dengan beberapa orang murid mengadakan potong kue dengan lilin menyala ciri khas ulang tahun seperti biasanya.

Momen hari guru menjadi momen sukacita, satu hari dalam satu tahun dijadikan hari spesial bagi guru. apresiasi yang diberikan pemerintah untuk menghargai jasa para pahlawan ujung tombak pelopor kemajuan bangsa.

Perasaan haru dan sukacita kiranya hanya sekedarnya saja, kita sebagai seorang guru jangan larut dalam euforia yang berlebihan dalam memperingati hari guru ini.

Mari kita jadikan hari guru ini sebagai hari yang tepat untuk bermuhasabah apakah sudah pantas kita dikatakan seorang guru.

Belakangan ini pergeseran makna seorang guru sudah begitu nyata terjadi, kebanyakan orang menganggap semua orang bisa jadi guru, mengajar itu mudah dan siapa saja bisa menjadi guru. Itulah anggapan sebagian orang menilai profesi guru.

Padahal banyak aspek yang mesti dikuasai seseorang agar bisa  dikatakan seorang guru, terlebih lagi di era guru profesional saat ini.

Empat kompetensi harus dimiliki seorang guru jika ingin dikatakan guru profesional yaitu 
1. Kompetensi pedagogik
2. Kompetensi kepribadian
3. Kompetensi sosial 
4. Kompetensi profesional
Apakah kita sudah menguasai betul kompetensi ini mari kita tanya diri kita masing-masing.

Belum lagi bicara tentang disiplin kita mengajar, mari kita perhatikan dan kita ingat-ingat apakah kita sudah masuk kelas sesuai jadwal dan memberi materi seperti panduan yang ditetapkan pemerintah seperti RPP.

Terkadang kita masih sering terlambat masuk dan terkadang tidak mempersiapkan materi ajar untuk kita sampaikan.

Mari kita introspeksi diri sejenak, mungkin Tuhan menurunkan wabah ingin mengingatkan kita bagaimana rasanya mengajar tidak ada murid dihadapan kita.

Dan kalau kita tidak merubah sikap dan memperbaiki diri. siap-siap mungkin dimasa yang akan datang google akan senang hati menggantikan kita dia lebih tau segalanya dibanding kita.

Mari kita introspeksi diri pantaskah kita disebut guru.


Day22NovAISEIWritingChallenge



JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

  BUDI IDRIS S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara Jurnal Refleksi Dwi tayangan Modul ...