Minggu, 06 Desember 2020
ADAB LEBIH TINGGI DARI ILMU
ETIKA DALAM BERBICARA
PENTINGNYA SALING MENGHARGAI
Generasi hebat yang selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila adalah generasi impian untuk generasi penerus bangsa Indonesia dimasa depan.
Generasi yang peduli Hak Asasi Manusia (HAM) adalah wujud nyata generasi yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Peduli terhadap HAM bisa diwujudkan dengan berbagai cara salah satunya dengan menghargai orang lain.
Menghargai orang lain adalah suatu hal yang wajib kita lakukan karena setiap manusia sama dihadapan sang pencipta Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam menjalani kehidupan perbedaan cara hidup seseorang tidak bisa dilepaskan ada yang beruntung hidup dalam kecukupan, ada yang kurang beruntung hidup dalam kekurangan.
Ada yang jadi bos adapula yang jadi bawahan, semua perbedaan ini terkadang memunculkan sikap-sikap pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
Orang kaya terkadang memperkerjakan orang lain dengan tidak ada rasa kemanusiaan. Karena orang lain butuh uang diberlakukan dengan sesuka hatinya. Jika salah makian menjadi hal yang biasa.
Seorang bos juga terkadang memberlakukan pekerjanya sesuka hatinya. Sering kita lihat bos tidak pernah salah, selalu benar dalam segala perbuatannya.
Dalam pergaulan anak remaja sering juga terjadi membedabedakan teman dalam pergaulan. Jika dia orang kaya tidak mau berteman dengan orang miskin. Bahkan ada juga anak orang kaya sering mengejek anak orang miskin.
Hal itu semua harus dihilangkan dalam pemikiran setiap orang. Mulailah dengan saling menghargai karena seseorang tidak dinilai dari berapa banyak hartanya tapi lebih kepada seberapa baik akhlaknya
Hargailah orang lain agar diri kita dihargai. Memandang sama derajat kita dengan orang lain bisa mencegah kita dari hal-hal yang melukai perasaan orang lain.
Akhirnya generasi hebat adalah generasi yang menghargai orang lain seperti dia menghargai dirinya sendiri.
#Day14DesAISEIWritingChallenge
Sabtu, 05 Desember 2020
MENGHORMATI PERBEDAAN AGAMA
Bangsa Indonesia bangsa yang memilik
berbagai suku bangsa, beraneka ragam budaya dan memiliki agama yang
berbeda-beda. Perbedaan ini memiliki keuntungan tersendiri bagi bangsa
Indonesia sekaligus menjadi tantangan untuk terus menjaga persatuan dalam
setiap perbedaan.
Dalam pancasila sila yang pertama Ketuhanan
Yang Maha Esa pengamalan sila ini tertuang didalam butir-butir pancasila. Mengenai
perbedaan khususnya dibidang Agama butir yang ketiga sila yang pertama dengan
tegas mengatakan “Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama
antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.
Bangsa kita memiliki 6 (enam) ajaran
agama yang diakui Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dang Konghucu. Warga negara
Indonesia yang begitu banyak terbagi di enam ajaran agama ini.
Perbedaan ini jika tidak dijaga dengan
baik maka akan rawan dengan konflik. Kecenderungan menganggap ajaran yang
dianut lebih baik. Terkadang menimbulkan benih-benih kebencian yang dalam
jangka panjang akan memunculkan perpecahan. Maka menjaga persatuan dalam
perbedaan menjadi suatu hal yang wajib kita lakukan.
Persoalan yang terjadi akibat perbedaan
agama
Terkadang perbedaan Agama dijadikan
dasar untuk tidak bekerjasama, terkadang karena perbedaan keyakinan tidak mau
bekerja dalam satu ruangan yang sama, sungguh hal yang tidak manusiawi, setiap
kita tidak pernah tau dilahirkan dimana dan oleh siapa beragama apa. Maka jangan
pernah menentang takdir Tuhan.
Begitu juga dengan adanya oknum-oknum
pemeluk agama yang salah dalam mengartikan ajaran agama dimana ajaran agama
dijadikan dasar untuk menghilangkan nyawa orang lain. padahal jika kita lihat setiap
ajaran agama tidak ada yang mengajarkan untuk membunuh orang yang berbeda agama
dengan kita.
Mengatasi persoalan perbedaan agama
Berpedoman kepada butir-butir pancasila
menjadi kunci utama untuk mencegah konflik antar ummat beragama. Hormat-menghormati
kunci dasar yang mesti dipegang setiap individu pemeluk agama. Menghormati agama orang lain dengan
sendirinya agama lain akan menghormati agama kita.
Betapa indahnya hidup tentram
berdampingan jika setiap pemeluk agama saling menghormati. Sebagai pribadi kita
memiliki tanggung jawab mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana menghormati
ajaran agama lain.
Menghormati dalam artian hanya sebatas
tidak mengganggu atau turut campur urusan agama lain dari yang kita anut. Begitu
juga sebaliknya jangan pernah memaksakan ajaran agama kita kepada orang lain
yang berbeda agama dengan kita.
Mari kita menjalankan dan beribadah
dengan kepercayaan yang kita miliki. Dan menghormati agama lain jika sedang
melakukan ibadahnya.
Dampak saling menghormati antar ummat
beragama
Dengan kita saling menghormati antar
ummat beragama memunculkan rasa kekeluargaan senasib sepenanggungan dalam
bingkai perbedaan. Dengan hidup rukun dan damai menciptakan kenyamanan kita
dalam melakukan berbagai kegiatan.
Jika kita nyaman dalam hidup beragama
maka energi positif akan terus mengalir kepada kita, sehingga dalam jangka
panjang negara yang kita cintai akan hidup sejahtera dan tentram.
Generasi hebat generasi yang
mengamalkan nilai-nilai pancasila dimasa yang akan datang akan memimpin negara
kita diberbagai sektor kehidupan. Dengan fondasi pengamalan nilai-nilai
pancasila tidak ada rasa kekhawatiran disaat nanti tampuk kekuasaan beralih
kepada generasi yang akan datang.
#Day4DesAISEIWritingChallenge
GENERASI YANG BERTAQWA
Alhamdulillah syukur kepada Allah menjadi kalimat wajib yang
harus selalu kita ucapkan dengan lisan dan kita lakukan dengan perbuatan. Mensyukuri
segala nikmat yang diberikan kepada kita jadi jalan satu-satunya untuk menjadi
pribadi yang luar biasa.
Beberapa tahun yang akan datang bangsa ini akan dipimpin
generasi saat ini, apa yang dilakukan generasi penerus bangsa pada saat ini
akan terlihat hasilnya dimasa yang akan datang.
Jika generasi muda saat ini tidak mengisi waktu dengan
hal-hal positif maka situasi negatif akan terjadi dimasa yang akan datang. Sebagai
tanggung jawab moral kita sebagai seorang guru wajib mengingatkan anak didik
kita untuk senantiasa mencoba berusaha menjadi manusia yang terbaik.
Tulisan ini kiranya bisa dibaca oleh Bapak/Ibu guru serta
seluruh anak didik kita, sehingga manfaat dari tulisan ini bisa tercapai yaitu
menjadikan generasi hebat, generasi pancasila.
Pengamalan butir-butir pancasila, sila pertama butir pertama
Melanjutkan tulisan sebelumnya pengamalan nilai-nilai
pancasila yang tertuang didalam butir-butir pancasila kali ini saya akan
membahas tentang pengamalan butir pertama dari sila ketuhanan yang maha esa. “Bangsa
Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa”
Takwa secara ringkas memiliki arti menjalankan segala
perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Pancasila sebagai pedoman dalam
menjalani kehidupan bangsa Indonesia. Menempatkan agama sebagai landasan yang
utama dalam kehidupan manusia Indonesia.
Jika setiap individu sudah memiliki rasa takut kepada sang
penciptanya. Maka kepribadian, sikap dan tingkah laku akan sangat baik dalam
kehidupan sehari-hari. Pribadi-pribadi yang bertakwa jika diberikan amanah menduduki
jabatan-jabatan yang ada dalam pemerintahan maka perilaku tidak terpuji seperti
pungli, korupsi, etos kerja yang lemah akan teratasi.
Dengan pengamalan butir pertama dari sila yang pertama akan
berdampak luas terhadap perbaikan sikap hidup seseorang dalam kegiatan
sehari-hari.
Penyakit-penyakit sosial tadi sudah sangat meresahkan dan
sangat memalukan, namun dapat kita lihat semakin hari perbuatan ini terus
terjadi. Mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menjadi manusia yang
bertakwa menjadi jalan satu-satunya untuk merubah dan memperbaiki permasalahan
tersebut.
Takut kepada sang pencipta menjadi dasar pertama untuk
memperbaiki kehidupan. Insan yang bertakwa menjadi bukti nyata kita hanya takut
kepada sang pencipta.
Dampak yang akan terjadi dalam kehidupan berbangsa
Menjalankan perintah agama dan menjauhi apa yang dilarang
agama sejalan dengan pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Mari kita memulai
untuk memperbaiki diri kita sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar kita. Dengan
menjalankan perintah agama dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh agama.
Jika hal ini secara terus menerus kita lakukan generasi
hebat generasi yang mengamalkan nilai-nilai pancasila akan terwujud. Indonesia
memiliki warga negera yang cerdas dan sejahtera secara merata dan menyuluruh di
penjuru nusantara.
#Day3DesAISEIWritingChallenge
PENGAMALAN PANCASILA
Dalam mewujudkan generasi
hebat generasi pancasila, menghafal pancasila saja rasanya tidak cukup. Karena untuk
mengamalkan nilai-nilai pancasila kita harus mengetahui butir-butir pancasila.
Butir-butir pancasila inilah
yang kita jadikan pedoman dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam
kehidupan sehari-hari. Insha Allah dengan mengamalkan nilai-nilai pancasila
generasi hebat generasi pancasila menuju Indonesia emas 2045 akan terwujud.
Pribadi-pribadi yang
memahami hidup secara dunia dan akhirat, memahami pola komunikasi antar sesama
manusia dan menghargai orang lain. akan menjadi landasan fondasi generasi muda
yang hebat dimasa yang akan datang.
Sikap baik akan mendorong
munculnya sikap gotong royong untuk mencapai kesejahteran bersama dalam satu
tempat bernaung yang bernama Indonesia.
Mari kita baca kemudian kita terapkan dalam kehidupan
kita sehari-hari butir-butir pancasila menurut Tap MPR no. I/MPR/2003.
Berikut ini:
Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila
Ke-1, Ketuhanan Yang Maha Esa
- Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan
Yang Maha Esa.
- Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar
kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatra pemeluk
agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang
Maha Esa.
- Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
- Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah
sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing
- Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa kepada orang lain.
Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila
Ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
- Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap
manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis
kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.
- Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
- Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
- Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
- Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
- Berani membela kebenaran dan keadilan.
- Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat
manusia.
- Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa
lain.
Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila
Ke-3, Persatuan Indonesia
- Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan
keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas
kepentingan pribadi dan golongan.
- Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila
diperlukan.
- Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
- Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air
Indonesia.
- Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial.
- Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
- Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila
Ke-4, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
- Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia
mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
- Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
- Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan
bersama.
- Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
- Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai
hasil musyawarah.
- Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan
hasil keputusan musyawarah.
- Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi dan golongan.
- Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani
yang luhur.
- Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral
kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,
nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi
kepentingan bersama.
- Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk
melaksanakan pemusyawaratan.
Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila
Ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
- Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan
suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
- Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
- Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
- Menghormati hak orang lain.
- Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
- Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan
terhadap orang lain
- Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan
gaya hidup mewah.
- Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan
kepentingan umum.
- Suka bekerja keras.
- Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan
dan kesejahteraan bersama.
- Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata
dan berkeadilan sosial.
Itulah tadi
butir-butir Pancasila yang menjadi pedoman kita hidup dalam negara kesatuan
Republik Indonesia. Begitu banyak dan panjang memang namun segalanya akan
sangat mudah jika kita mulai secara bertahap satu demi satu.
Mari kita
lakukan secepatnya dan kiranya virus-virus kebaikan ini akan terpapar keseluruh
generasi muda bangsa kita. Mewujudkan mimpi
generasi hebat generasi pancasila secepatnya akan terwujud.
#Day2DesAISEIWritingChallenge
Rabu, 02 Desember 2020
Generasi Maju Generasi Pancasila
Pancasila ideologi bangsa Indonesia
Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia, menjadi pedoman bagaimana wujud Indonesia yang di inginkan seluruh rakyat Indonesia melalui tangan-tangan pendiri bangsa kita.
Lima sila yang tertuang didalam Pancasila, dimulai dari sila yang pertama ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Merupakan pedoman yang harus di Ikuti setiap warga negara.
Setiap perjalanan kehidupan harus memiliki visi dan misi, apa yang menjadi tujuan tertuang didalam visi, bagaimana tujuan dapat diraih tertuang didalam misi.
Begitu juga Negara kita Indonesia mau seperti apa kedepannya visinya tertuang didalam Pancasila, dan bagaimana mewujudkannya misinya tertuang didalam Undang-undang dasar 1945.
Setiap individu yang sudah mengamalkan nilai-nilai Pancasila akan menjadi pribadi yang baik. Setiap individu bergabung dalam masyarakat akan memunculkan masyarakat yang baik pula.
Jika individu sudah baik, maka keluarga akan menjadi baik, jika keluarga sudah baik, maka Satu desa akan baik, jika setiap desa sudah baik maka satu kecamatan akan baik, jika setiap kecamatan baik satu kabupaten akan baik, jika setiap kabupaten sudah baik maka satu provinsi akan baik, jika setiap provinsi sudah baik maka seluruh Indonesia akan baik pula.
Dari hal ini bisa kita ambil kesimpulan jika ingin merubah negara kita menjadi negara yang baik, maka memperbaiki setiap individu menjadi syarat utamanya. Mari perbaiki diri sendiri. Agar lingkungan kita menjadi baik. Dan pada akhirnya Indonesia menjadi negara terbaik di dunia.
Generasi Maju adalah generasi yang mau mengamalkan nilai-nilai pancasila. Bangsa Indonesia akan menjadi negara maju jika generasi saat ini menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam mengarungi kehidupannya.
Generasi Maju Generasi Pancasila. Salam literasi.
Day1DesAISEIWritingChallenge
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK
BUDI IDRIS S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara Jurnal Refleksi Dwi tayangan Modul ...
-
Pengalaman adalah guru yang terbaik, belajar dari pengalaman orang yang sudah sukses atau berhasil adalah langkah awal kita meraih kesuksesa...
-
"Kamis_menulis Dalam kehidupan kita berkomunikasi dengan orang-orang sekitar kita sudah menjadi satu kewajiban. Begitu beragamnya tempa...
-
Belajar Dari Sebatang Pohon Pohon selalu dijadikan pribahasa dalam kehidupan misalnya seperti “Tidak jauh buah jatuh dari pohonnya”, mem...




