Minggu, 06 Desember 2020

ADAB LEBIH TINGGI DARI ILMU



Disekitar tempat saya tinggal banyak lulusan sarjana tapi tidak bekerja, ada juga lulusan Sekolah Dasar tapi bisa jadi pengusaha sukses. Apa sebenarnya yang salah pendidikan tinggi tidak berbanding lurus dengan rezeki.

Jika ada yang mengalami atau melihat sama seperti kasus diatas, sekolah tinggi tapi pengangguran. Mari coba di lihat kembali bagaimana adab tingkah laku orang tersebut saat mengenyam pendidikan. 

Terkadang pintar saja tidak cukup untuk menghantarkan seseorang untuk jadi sukses. Diperlukan adab atau akhlak yang baik untuk untuk meraih cita-cita. 

Orang yang tidak beradab mungkin saat belajar sering membuat gurunya tersinggung atau sakit hati maka ilmu yang dia pelajari dicabut keberkahannya oleh Allah SWT.

Ilmu tanpa keberkahan inilah yang memunculkan sekolah tinggi namun sulit mendapat pekerjaan. 

Didalam Pancasila sila kedua tegas mengatakan, kemanusiaan yang adil dan beradab. Menjadi pribadi yang beradab menjadi cita-cita pendiri bangsa yang tertuang didalam Pancasila.

Apalah artinya gelar yang tinggi, jika sopan santun tidak dimiliki. Sering kita lihat dalam acara televisi sering terjadi perdebatan yang terkadang tidak baik untuk dipertontonkan.

Seolah-olah saat ini manusia itu sudah seperti malaikat, bicara seperti tidak pernah berbuat dosa. 

Jadi agar bangsa ini kedepannya semakin baik, mari kita amalkan nilai-nilai Pancasila, salah satunya menjadi manusia yang beradab.

#Day12DesAISEIWritingChallenge

 


ETIKA DALAM BERBICARA



Manusia sebagai makhluk sosial, bergaul menjadi suatu kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan. Bertemu dengan orang yang kita kenal saling bercerita dan bercanda menjadi hal yang sangat mengasikkan.

Berbicara antara satu dengan yang lain akan terjadi jika pertemuan sudah terjadi. Banyak hal yang akan dibicarakan dari hal pribadi sampai berita terhangat yang viral saat ini.

Dalam bicara inilah meletakkan dasar etika sebagai landasan moral untuk berbicara perlu dilakukan. Bagaimana pelaksanaan berbicara, sila kedua Pancasila menjadi landasan yang bisa dijadikan pedoman.

Dalam berbicara antara satu individu sebaiknya tidak membicarakan aib orang lain. Atau budaya gosip ini harus ditinggalkan karena membicarakan hal jelek tentang orang lain jika benar dosa jika salah fitnah yang menjadi dosa.

Jadi mari berkumpul dan bercerita tetapi ceritakanlah hal-hal baik tentang orang lain agar kita termotivasi untuk berbuat baik pula.

Selanjutnya dalam berbicara hendaknya melembutkan kata-kata, karena berkata kasar bukan cerminan kebudayaan ketimuran seperti kita orang Indonesia. Sebisa mungkin tidak berkata kasar apalagi sampai mengangkat jemari telunjuk bermaksud menunjuk wajah dalam berbicara.

Kemudian dalam berbicara sebaiknya melihat lawan bicara kita. Sekarang ini sering terjadi orang lain bicara kita main handphone. Fokus kita ke hp kita dan terus melayani orang lain bicara tanpa menatap sama sekali. Sungguh tidak enak dilihat dan kurang sopan.

Sebisa mungkin kita mengajarkan kepada anak-anak kita etika berbicara, anak yang bermoral tidak akan memotong pembicaraan orang tuanya.

Yang lebih parah lagi saat ini banyak anak-anak kita berbicara dengan memaki menyebut onderdil manusia dan nama hewan dalam bicaranya.

Mulai saat ini mari kita ajarkan anak-anak kita etika moral dalam berbicara, cara bicara dan apa yang dibicarakan perlu kita beri pencerahan kepada anak-anak kita.

Memberi contoh dengan perbuatan adalah metode terbaik dalam mengajarkan etika moral dalam berbicara.

Akhirnya generasi hebat yang mengamalkan nilai-nilai pancasila akan terwujud dimasa yang akan datang jika etika dan moral kita perbaiki sejak dini. 

#Day6DesAISEIWritingChallenge

PENTINGNYA SALING MENGHARGAI

Generasi hebat yang selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila adalah generasi impian untuk generasi penerus bangsa Indonesia dimasa depan.

Generasi yang peduli Hak Asasi Manusia (HAM) adalah wujud nyata generasi yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Peduli terhadap HAM bisa diwujudkan dengan berbagai cara salah satunya dengan menghargai orang lain.

Menghargai orang lain adalah suatu hal yang wajib kita lakukan karena setiap manusia sama dihadapan sang pencipta Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam menjalani kehidupan perbedaan cara hidup seseorang tidak bisa dilepaskan ada yang beruntung hidup dalam kecukupan, ada yang kurang beruntung hidup dalam kekurangan.

Ada yang jadi bos adapula yang jadi bawahan, semua perbedaan ini terkadang memunculkan sikap-sikap pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Orang kaya terkadang memperkerjakan orang lain dengan tidak ada rasa kemanusiaan. Karena orang lain butuh uang diberlakukan dengan sesuka hatinya. Jika salah makian menjadi hal yang biasa.

Seorang bos juga terkadang memberlakukan pekerjanya sesuka hatinya. Sering kita lihat bos tidak pernah salah, selalu benar dalam segala perbuatannya.

Dalam pergaulan anak remaja sering juga terjadi membedabedakan teman dalam pergaulan. Jika dia orang kaya tidak mau berteman dengan orang miskin. Bahkan ada juga anak orang kaya sering mengejek anak orang miskin.

Hal itu semua harus dihilangkan dalam pemikiran setiap orang. Mulailah dengan saling menghargai karena seseorang tidak dinilai dari berapa banyak hartanya tapi lebih kepada seberapa baik akhlaknya

Hargailah orang lain agar diri kita dihargai. Memandang sama derajat kita dengan orang lain bisa mencegah kita dari hal-hal yang melukai perasaan orang lain.

Akhirnya generasi hebat adalah generasi yang menghargai orang lain seperti dia menghargai dirinya sendiri.

#Day14DesAISEIWritingChallenge

Sabtu, 05 Desember 2020

MENGHORMATI PERBEDAAN AGAMA

 


Bangsa Indonesia bangsa yang memilik berbagai suku bangsa, beraneka ragam budaya dan memiliki agama yang berbeda-beda. Perbedaan ini memiliki keuntungan tersendiri bagi bangsa Indonesia sekaligus menjadi tantangan untuk terus menjaga persatuan dalam setiap perbedaan.

Dalam pancasila sila yang pertama Ketuhanan Yang Maha Esa pengamalan sila ini tertuang didalam butir-butir pancasila. Mengenai perbedaan khususnya dibidang Agama butir yang ketiga sila yang pertama dengan tegas mengatakan “Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Bangsa kita memiliki 6 (enam) ajaran agama yang diakui Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dang Konghucu. Warga negara Indonesia yang begitu banyak terbagi di enam ajaran agama ini.

 

Perbedaan ini jika tidak dijaga dengan baik maka akan rawan dengan konflik. Kecenderungan menganggap ajaran yang dianut lebih baik. Terkadang menimbulkan benih-benih kebencian yang dalam jangka panjang akan memunculkan perpecahan. Maka menjaga persatuan dalam perbedaan menjadi suatu hal yang wajib kita lakukan.

 

Persoalan yang terjadi akibat perbedaan agama

Terkadang perbedaan Agama dijadikan dasar untuk tidak bekerjasama, terkadang karena perbedaan keyakinan tidak mau bekerja dalam satu ruangan yang sama, sungguh hal yang tidak manusiawi, setiap kita tidak pernah tau dilahirkan dimana dan oleh siapa beragama apa. Maka jangan pernah menentang takdir Tuhan.

 

Begitu juga dengan adanya oknum-oknum pemeluk agama yang salah dalam mengartikan ajaran agama dimana ajaran agama dijadikan dasar untuk menghilangkan nyawa orang lain. padahal jika kita lihat setiap ajaran agama tidak ada yang mengajarkan untuk membunuh orang yang berbeda agama dengan kita.

 

 

Mengatasi persoalan perbedaan agama

Berpedoman kepada butir-butir pancasila menjadi kunci utama untuk mencegah konflik antar ummat beragama. Hormat-menghormati kunci dasar yang mesti dipegang setiap individu pemeluk agama.  Menghormati agama orang lain dengan sendirinya agama lain akan menghormati agama kita.

 

Betapa indahnya hidup tentram berdampingan jika setiap pemeluk agama saling menghormati. Sebagai pribadi kita memiliki tanggung jawab mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana menghormati ajaran agama lain.

 

Menghormati dalam artian hanya sebatas tidak mengganggu atau turut campur urusan agama lain dari yang kita anut. Begitu juga sebaliknya jangan pernah memaksakan ajaran agama kita kepada orang lain yang berbeda agama dengan kita.

 

Mari kita menjalankan dan beribadah dengan kepercayaan yang kita miliki. Dan menghormati agama lain jika sedang melakukan ibadahnya.

 

Dampak saling menghormati antar ummat beragama

Dengan kita saling menghormati antar ummat beragama memunculkan rasa kekeluargaan senasib sepenanggungan dalam bingkai perbedaan. Dengan hidup rukun dan damai menciptakan kenyamanan kita dalam melakukan berbagai kegiatan.

Jika kita nyaman dalam hidup beragama maka energi positif akan terus mengalir kepada kita, sehingga dalam jangka panjang negara yang kita cintai akan hidup sejahtera dan tentram.

 

Generasi hebat generasi yang mengamalkan nilai-nilai pancasila dimasa yang akan datang akan memimpin negara kita diberbagai sektor kehidupan. Dengan fondasi pengamalan nilai-nilai pancasila tidak ada rasa kekhawatiran disaat nanti tampuk kekuasaan beralih kepada generasi yang akan datang.

 

#Day4DesAISEIWritingChallenge

 

GENERASI YANG BERTAQWA

 


Alhamdulillah syukur kepada Allah menjadi kalimat wajib yang harus selalu kita ucapkan dengan lisan dan kita lakukan dengan perbuatan. Mensyukuri segala nikmat yang diberikan kepada kita jadi jalan satu-satunya untuk menjadi pribadi yang luar biasa.

Beberapa tahun yang akan datang bangsa ini akan dipimpin generasi saat ini, apa yang dilakukan generasi penerus bangsa pada saat ini akan terlihat hasilnya dimasa yang akan datang.

Jika generasi muda saat ini tidak mengisi waktu dengan hal-hal positif maka situasi negatif akan terjadi dimasa yang akan datang. Sebagai tanggung jawab moral kita sebagai seorang guru wajib mengingatkan anak didik kita untuk senantiasa mencoba berusaha menjadi manusia yang terbaik.

Tulisan ini kiranya bisa dibaca oleh Bapak/Ibu guru serta seluruh anak didik kita, sehingga manfaat dari tulisan ini bisa tercapai yaitu menjadikan generasi hebat, generasi pancasila.

Pengamalan butir-butir pancasila, sila pertama butir pertama

Melanjutkan tulisan sebelumnya pengamalan nilai-nilai pancasila yang tertuang didalam butir-butir pancasila kali ini saya akan membahas tentang pengamalan butir pertama dari sila ketuhanan yang maha esa. “Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa”

Takwa secara ringkas memiliki arti menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Pancasila sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan bangsa Indonesia. Menempatkan agama sebagai landasan yang utama dalam kehidupan manusia Indonesia.

Jika setiap individu sudah memiliki rasa takut kepada sang penciptanya. Maka kepribadian, sikap dan tingkah laku akan sangat baik dalam kehidupan sehari-hari. Pribadi-pribadi yang bertakwa jika diberikan amanah menduduki jabatan-jabatan yang ada dalam pemerintahan maka perilaku tidak terpuji seperti pungli, korupsi, etos kerja yang lemah akan teratasi.

Dengan pengamalan butir pertama dari sila yang pertama akan berdampak luas terhadap perbaikan sikap hidup seseorang dalam kegiatan sehari-hari.

Penyakit-penyakit sosial tadi sudah sangat meresahkan dan sangat memalukan, namun dapat kita lihat semakin hari perbuatan ini terus terjadi. Mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menjadi manusia yang bertakwa menjadi jalan satu-satunya untuk merubah dan memperbaiki permasalahan tersebut.

Takut kepada sang pencipta menjadi dasar pertama untuk memperbaiki kehidupan. Insan yang bertakwa menjadi bukti nyata kita hanya takut kepada sang pencipta.

Dampak yang akan terjadi dalam kehidupan berbangsa

Menjalankan perintah agama dan menjauhi apa yang dilarang agama sejalan dengan pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Mari kita memulai untuk memperbaiki diri kita sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar kita. Dengan menjalankan perintah agama dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh agama.

Jika hal ini secara terus menerus kita lakukan generasi hebat generasi yang mengamalkan nilai-nilai pancasila akan terwujud. Indonesia memiliki warga negera yang cerdas dan sejahtera secara merata dan menyuluruh di penjuru nusantara.

 

#Day3DesAISEIWritingChallenge


PENGAMALAN PANCASILA

 



Dalam mewujudkan generasi hebat generasi pancasila, menghafal pancasila saja rasanya tidak cukup. Karena untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila kita harus mengetahui butir-butir pancasila.

Butir-butir pancasila inilah yang kita jadikan pedoman dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Insha Allah dengan mengamalkan nilai-nilai pancasila generasi hebat generasi pancasila menuju Indonesia emas 2045 akan terwujud.

Pribadi-pribadi yang memahami hidup secara dunia dan akhirat, memahami pola komunikasi antar sesama manusia dan menghargai orang lain. akan menjadi landasan fondasi generasi muda yang hebat dimasa yang akan datang.

Sikap baik akan mendorong munculnya sikap gotong royong untuk mencapai kesejahteran bersama dalam satu tempat bernaung yang bernama Indonesia.

Mari kita baca kemudian kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari butir-butir pancasila  menurut Tap MPR no. I/MPR/2003. Berikut ini:

Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila Ke-1, Ketuhanan Yang Maha Esa

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.  

Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila Ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. 

Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila Ke-3, Persatuan Indonesia

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila Ke-4, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila Ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Itulah tadi butir-butir Pancasila yang menjadi pedoman kita hidup dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Begitu banyak dan panjang memang namun segalanya akan sangat mudah jika kita mulai secara bertahap satu demi satu.

Mari kita lakukan secepatnya dan kiranya virus-virus kebaikan ini akan terpapar keseluruh generasi muda bangsa kita.  Mewujudkan mimpi generasi hebat generasi pancasila secepatnya akan terwujud.


#Day2DesAISEIWritingChallenge

 

 

 

Rabu, 02 Desember 2020

Generasi Maju Generasi Pancasila

Pancasila ideologi bangsa Indonesia


Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia, menjadi pedoman bagaimana wujud Indonesia yang di inginkan seluruh rakyat Indonesia melalui tangan-tangan pendiri bangsa kita.

Lima sila yang tertuang didalam Pancasila, dimulai dari sila yang pertama ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Merupakan pedoman yang harus di Ikuti setiap warga negara.

Setiap perjalanan kehidupan harus memiliki visi dan misi, apa yang menjadi tujuan tertuang didalam visi, bagaimana tujuan dapat diraih tertuang didalam misi.

Begitu juga Negara kita Indonesia mau seperti apa kedepannya visinya tertuang didalam Pancasila, dan bagaimana mewujudkannya misinya tertuang didalam Undang-undang dasar 1945.

Setiap individu yang sudah mengamalkan nilai-nilai Pancasila akan menjadi pribadi yang baik. Setiap individu bergabung dalam masyarakat akan memunculkan masyarakat yang baik pula. 

Jika individu sudah baik, maka keluarga akan menjadi baik, jika keluarga sudah baik, maka Satu desa akan baik, jika setiap desa sudah baik maka satu kecamatan akan baik, jika setiap kecamatan baik satu kabupaten akan baik, jika setiap kabupaten sudah baik maka satu provinsi akan baik, jika setiap provinsi sudah baik maka seluruh Indonesia akan baik pula.

Dari hal ini bisa kita ambil kesimpulan jika ingin merubah negara kita menjadi negara yang baik, maka memperbaiki setiap individu menjadi syarat utamanya. Mari perbaiki diri sendiri. Agar lingkungan kita menjadi baik. Dan pada akhirnya Indonesia menjadi negara terbaik di dunia.

Generasi Maju adalah generasi yang mau mengamalkan nilai-nilai pancasila. Bangsa Indonesia akan menjadi negara maju jika generasi saat ini menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam mengarungi kehidupannya.

Generasi Maju Generasi Pancasila. Salam literasi.

Day1DesAISEIWritingChallenge

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

  BUDI IDRIS S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara Jurnal Refleksi Dwi tayangan Modul ...