Selasa, 24 November 2020

PRIBADI IKAN LAUT

 


Laut tempat terendah dari permukaan air, setiap air akan mengalir dan bermuara ke laut. Air laut yang begitu banyaknya ternyata memiliki kandungan garam sehingga jika dirasa akan terasa asin.

Hamparan luas birunya air sepanjang mata kita memandang, menabjubkan, menunjukkan begitu besarnya kuasa sang ilahi pemilik alam semesta.

Didalam luasnya laut menjadi tempat hidup dan bernaung beberapa makhluk hidup seperti ikan, ubur-ubur, bintang laut dan banyak lagi makhluk lainnya.

Diantara banyaknya makhluk yang ada dilaut ada banyak ikan yang sering kita jadikan santapan lauk pauk hidangan makanan kita.

Salah satu ikan laut yang sering kita makan yaitu ikan kembung, ikan yang paling banyak dijual dipasaran walau berasal dari laut tapi ikan ini tidak asin rasanya.

Ya ikan kembung tidak asin walau ia berada dilaut yang berair asin. Suatu pembelajaran yang bisa kita ambil, lingkungan yang asin pada ikan tidak merubah dia menjadi asin seperti lingkungannya. 

Hal ini jika kita ambil hikmah didalam kehidupan nyata bagaimanapun lingkungan kita, kita harus tetap menjadi diri kita sendiri jangan mudah terpengaruh.

Kita harus memiliki karakter kita sendiri, misalnya kita tinggal dilingkungan yang kurang baik sekitaran tempat tinggal kita banyak orang yang terkena narkoba, Minum,-minuman keras maka tetaplah menjadi diri kita yang tidak terpengaruh terhadap lingkungan yang kurang baik.

Inilah pelajaran yang bisa kita ambil ikan laut tidak akan asin sekalipun dia tinggal di air asin. Begitu jugalah kita manusia kita akan tetap menjadi orang baik sekalipun kita tinggal dilingkungan yang tidak baik.

Terima kasih salam literasi, terus semangat menulis untuk kebaikan.

#Day21NovAISEIWritingChallenge


Senin, 23 November 2020

KEPALA DAN KOTORAN

 



Kepala kita menjadi tempat yang mulia dalam diri kita masing-masing. Namun kepala kita yang terdiri dari organ-organ penting ternyata memiliki kotorannya masing-masing. Kotoran ini sering juga disebut tahi. Dan kami orang sumatera utara sering menyebut dengan bahasa medannya tahi itu dengan sebutan taik.

 

Biar lebih menarik saya menyebut kotoran atau feses dengan sebutan taik. Nah kembali kepersoalan kepala yang memiliki banyak taik, dimulai dari taik mata, taik hidung, taik telinga, dan taik-taik lainnya. Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari sini.

 

pelajaran yang bisa kita ambil jangan pernah menjadi manusia yang sombong karena sehebat-hebatnya manusia itu banyak taik di sekitar kepalanya artinya kita ini si taik-taiknya jadi jangan pernah menyombongkan diri.

 

Karena kesombongan ibarat kita memelihara singa, jika terus kita pelihara jika tidak ada yang ingin dimakannya lagi maka kita akan dimakannya. Begitu juga kesombongan akan menyebabkan kehancuran pada diri kita jika kita tidak bisa menghilangkan dari diri kita.

 

Kesombongan akan menghantarkan kita menjadi sesuatu yang hina seperti kotoran-kotoran yang akan terus secepatnya kita buang. Dan akan sangat memalukan jika menempel pada diri kita. Maka jauhi sifat sombong sebelum kita menjadi orang yang seperti taik..

 

Maaf jika tutur bahasa agak kasar, kami orang Sumatera Utara memang keras berbahasa tapi yakinlah hati kami seperti bika ambon atau bolu meranti, oleh-oleh dari medan yang terus dicari, lembut dan manis. Terus semangat salam literasi.

 

#Day20NovAISEIWritingChallenge

 

PRIBADI YANG BERNILAI



Pribadi yang bernilai, pribadi yang selalu menjaga harga diri dari hal-hal yang tidak baik. Seseorang yang terus menjaga harga diri akan memiliki kepercayaan diri. Namun jika kita tidak memiliki harga diri maka jangan harap kita punya kepercayaan diri.

Jika kita melihat uang pecahan lima puluh ribu berwarana biru. Jika uang tersebut jatuh ke parit yang kotor dan kita ambil kembali kita gunakan untuk membeli kira-kira yang punya jualan mau tidak menerimanya?. Kita sepakat pasti mau, begitu juga jika uang lima puluh ribu tadi jatuh ke kotoran kita di kamar mandi saat buang air besar. Apakah uang tersebut kita buang? Atau kita tinggalkan bersama kotoran, tentunya tidak. Pasti uang tersebut kita ambil dan kita bersihkan.

Kenapa bisa demikian karena uang tersebut memiliki nilai intrinsik atau nilai yang terkandung didalam uang tersebut.

Begitu jugalah hendaknya seseorang terus menjaga nilai dirinya. Sehingga dimanapun dia berada mau ditempat yang baik atau tidak dia terus menjadi pribadi yang baik. Yang terus bernilai dimata orang lain.

Menjaga nilai diri erat kaitannya dengan menjaga harga diri. Harga diri yang terbaik tidak bisa di ukur dengan uang. Jangan pernah menggadaikan harga diri kita dengan sejumlah uang, dan jangan pula jadikan harga diri kita memiliki kadar dalam nilai tertentu. Misalnya jika kita menemukan uang sepuluh ribu kita akan menanyakan uang siapa ini. Tapi jika uang yang kita temukan seratus ribu kita diam dan akan menganggap uang itu hak milik kita. Kalau hal ini terjadi maka harga diri kita Cuma bernilai seratus ribu saja.

Maka jadilah pribadi yang terus menjaga harga diri, supaya meningkatkan kepercayaan diri kita. Kepercayaan diri yang tinggi mencerminkan pribadi seseorang yang bernilai tinggi. Yang tidak bisa di ukur dengan nominal berapapun.

Terimakasih terus semangat, salam literasi. 

 

#Day19NovAISEIWritingChallenge

 


DUA TELINGA SATU LIDAH

 


Dua telinga dan satu lidah, jika kita perhatikan organ penting dalam tubuh kita, ada mata, hidung, telinga, mulut dan lainnya. Memiliki fungsi masing-masing yang satu sama lain saling berkaitan yang menjadi penopang penting kehidupan manusia.

Kita memiliki dua telinga yang berfungsi untuk mendengar terdiri dari telinga kanan dan telinga kiri. Kedua telinga ini jika salah satu saja rusak atau terganggu fungsinya maka akan sangat tidak nyaman bagi pemiliknya. Apa yang ingin kita dengar akan menjadi tidak sempurna jika salah satu telinga tidak berfungsi dengan baik.

Begitu juga lidah, sebagai indra perasa dan yang paling penting mengeluarkan suara untuk kita berbicara. Jika ini bermasalah akan sangat mengganggu dan menghambat komunikasi seseorang.

Dua telinga dan satu lidah, memiliki hikmah yang terkandung didalamnya kenapa Allah SWT menciptkan dua telinga dan satu  lidah kepada kita. Agar kita lebih banyak mendengar dan sedikit bicara.

Banyak mendengar akan menjadikan pribadi yang baik dalam diri kita. Dengan banyak mendengar memunculkan pemahaman-pemahaman yang baru dan menghalangi kita untuk berbuat yang tidak baik. Karena mendengar itu penting maka dua telinga diciptakan agar kita mendengar dan menyerap apa yang kita dengar dengan baik.

Begitu juga lidah dalam berbicara, terkadang jika kita tidak bisa menjaga lisan kita dari perkataan yang tidak baik, bisa menjadikan lidah kita lebih tajam dari pedang. Dalam artian apa yang kita omongkan kalau kita tidak hati-hati bisa melukai perasaan orang lain dan dampaknya sangat berbahaya.

Maka mari kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Banyak mendengar menyerap hal-hal yang baik saja akan membuat lisan kita mengeluarkan kata-kata yang baik pula. Hal ini akan membuat kita menjadi pribadi yang baik yang disenangi orang lain. terus semangat salam literasi.

 

#Day18NovAISEIWritingChallenge

 

BELAJAR DARI TOPI DAN SANDAL

 



Topi dan sandal dua hal yang terkadang sering setia menemani setiap jejak langkah seseorang, topi dijadikan penutup kepala yang selalu menahan sengatan panasnya sinar matahari. Begitu juga sandal dijadikan alat untuk melindungi kaki kita dalam mengarungi terjalnya jalan yang kita lalui dalam mengarungi kehidupan.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari topi dan sandal mari kita perhatikan topi tempatnya selalu diatas dan jika sandal melihat si topi enak dan selalu mendapat angin seolah-olah dan sandal akan merasa jadi topi itu enak.



Begitu juga sandal, topi akan melihat sandal itu enak karena tempatnya dibawah tidak kena panas akan selalu mendapat perlindungan dari terik matahari dan  menjadi yang pertama  melihat apa yang tumbuh dibumi. Dan topi merasa menjadi sandal itu enak.

Dari sini kita bisa ambil sebuah perumpamaan tadi menjadi sebuah pelajaran. Disaat posisi kita dibawah kita akan merasa menjadi seorang pimpinan itu enak, punya posisi yang nyaman dengan segala kebutuhan yang terpenuhi. Namun nyatanya menjadi pimpinan atau posisi teratas dalam kehidupan itu tidak seenak yang kita lihat. Terpaan angin atau persoalan yang dihadapi akan menjadi tantangan yang selalu dihadapi menjadi pelindung utama orang-orang dibawah memerlukan energi yang luar biasa untuk melakukannya.

Seorang pimpinan juga terkadangan akan melihat posisi bawahan itu sangat enak karena bekerja sesuai apa yang sudah ditargetkan seorang bawahan jika selesai waktu bekerja pulang tanpa membawa beban pikiran apapun kerumah.

Pimpinan juga terkadang berpikir menjadi bawahan tidak perlu memikirkan persoalan, bawahan cukup melapor pimpinan yang akan mencari jalan keluar persoalan tersebut. Hal ini terus menguatakan pemikiran orang yang diatas menganggap posisi orang yang dibawah enak, padahal tidak berbagai problem juga dihadapi orang yang menjadi bawahan.

Keterbatasan penghasilan terus menjadi beban pikiran yang terkadang membuat bathin seorang bawahan menangis dikala anak isteri tidak terpenuhi keinginan mereka. Dan tuntutan pekerjaan terkadang membuat mereka mengorbankan waktu dan pemikiran sepenuhnya yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang mereka terima.

Maka mari kita mensyukuri apapun posisi kita, jika saat ini kita menjadi bawahan seperti sandal mari kita bekerja dengan baik karena kerja keras tidak pernah menghianati hasil. Jika pekerjaan kita baik maka posisi terbaik akan mengincar kita.

Begitu juga jika saat ini posisi kita menjadi pimpinan tetaplah amanah dan terus berbuat baik karena dunia ini akan terus berputar jabatan hanya sementara kehilangan jabatan itu suatu yang biasa kehilangan rasa persaudaraan karena kesombongan kita itu yang berbahaya.

Akhirnya topi dan sandal punya cerita masing-masing sandal melihat topi selalu hidup enak begitu juga topi melihat sandal enak hidupnya. Jadi pimpinan atau bawahan punya nilai masing-masing. Semangat berbagi dan salam literasi.

#Day17NovAISEIWritingChallenge

 

PRIBADI SEPERTI LEBAH

 


Belajar dari  lebah, mungkin kita sudah sering mendengar keistimewaan lebah. Salah satu hewan yang disebut didalam Alqur’an tepatnya di surat An-Nahl. Dan lebah juga memproduksi madu yang memiliki manfaat yang luar biasa.

Begitu hebatnya lebah ini, jika kita perhatikan banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran dari kehidupan lebah seperti berikut ini :

1.     Lebah Hidup berkoloni

Lebah akan senantiasa hidup berkumpul atau berkoloni hal ini mencerminkan lebah selalu menjaga persatuan dan terus menjaga hubungan baik satu sama lain. suatu pembelajaran yang bisa kita ambil mari hidup saling berdampingan dan terus menjaga persatuan. Tidak mudah berselisih faham baik dalam hidup berkeluarga maupun bertetangga.

2.     Lebah makan yang baik mengeluarkan yang baik

Kehidupan lebah selanjutnya, lebah akan selalu singgah di bunga yang harum dan akan menghisap sari-sari bunga yang baik, kemudian akan mengeluarkan yang baik pula berbentuk madu. Pelajaran yang bisa kita ambil mari kita selalu berkumpul dilingkungan yang baik-baik, makan hasil kerja yang halal atau yang baik, dan berbicara selalu yang baik pula. Berkumpul dengan orang yang baik, berbicara yang baik-baik menjadi pelajaran yang bisa kita ambil dari lebah.

3.     Jangan buat marah lebah

Lebah jika diganggu atau akan mengadakan perlawanan yang sangat dasyat secara keseluruhan akan menyerang yang mengganggu mereka. Bisa yang ditimbulkan dari gigitan lebah kadang menyebabkan sesuatau hal yang berbahaya. Pelajaran yang bisa kita ambil mari kita jadikan diri kita pribadi yang tangguh yang tidak mau membuat kerusuhan namun kita selalu siap jika ada yang coba-coba ingin mengganggu kehidupan kita. Demikian juga jika tempat kita hidup atau tempat kita bernaung seperti negara kita dihina oleh orang lain. kita selalu siap untuk membela negera kita dengan bersama-sama dengan kekuatan yang sangat dasyat.

Demikian pelajaran yang bisa kita ambil dari lebah, mudah-mudahan kita terus berupaya menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

#Day16NovAISEIWritingChallenge

 

HIKMAH SUJUD

 



Dalam setiap ibadah sholat sujud menjadi salah satu rukun yang harus kita kerjakan. Terkadang juga untuk mengekspresikan rasa syukur kita, sujud juga bisa kita lakukan dengan spontanitas yang kita tidak sadari dalam melakukannya.

Sujud menempelkan muka kelantai atau titik terendah permukaan bumi, posisinya ini memperlihatkan  posisi kepala kita lebih rendah dari tempat keluarnya kotoran kita atau anus.

Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari posisi sujud ini. Saya hanya akan berbagi sedikit saja dan mudah-mudahan ini bermanfaat bagi saya pribadi dan orang yang membaca tulisan ini.

Disaat kita melakukan posisi sujud kepala kita lebih rendah dari pada tempat pembuangan kotoran kita. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwasanya tempat tertinggi dari seseorang yaitu kepala yang selalu dijaga dan memiliki tempat yang mulia dimana mahkota menjadi tempatnya dan akal yang dijadikan sumber untuk berpikir berada disana. Ternyata ada masanya bisa menjadi lebih rendah dari tempat yang paling kotor yaitu anus.

Hal ini mengajarkan kepada kita, jika kepala yang otak menjadi pengisi ruang utama pada kepala jika memproduksi pikiran-pikiran yang tidak baik, memunculkan ide yang tidak baik, atau merencanakan hal-hal yang tidak baik. Maka inilah yang dikatakan kepala bisa menjadi lebih hina dari maaf pantat atau bokong kita.

Maka sujud sudah memberikan pelajaran sekaligus peringatan, lima kali dalam sehari wajib kita lakukan. Mari kita tempatkan kepala kepada singgasana yang mulia bagi setiap orang yang melihat dan mentapnya. Mari kita cegah hal-hal hina yang bisa menempatkan kepala ketitik hina dan terendah.

 

#Day15NovAISEIWritingChallenge

 

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

  BUDI IDRIS S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara Jurnal Refleksi Dwi tayangan Modul ...